SBY Peringatkan Potensi Perang Dunia III: Sangat Mungkin Terjadi

Senin 19 Jan 2026, 17:00 WIB
SBY menilai situasi geopolitik global semakin panas dan berpotensi memicu Perang Dunia III. (Sumber: YouTube/Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

SBY menilai situasi geopolitik global semakin panas dan berpotensi memicu Perang Dunia III. (Sumber: YouTube/Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

"Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly)," kata SBY.

"Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru," sambungnya.

SBY menyadari bahwa PBB mungkin memiliki keterbatasan dalam mencegah konflik global. Namun, ia menegaskan bahwa lembaga tersebut tidak boleh berdiam diri menghadapi ancaman besar terhadap perdamaian dunia.

"Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing," tegas SBY. "Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu 'bagai berseru di padang pasir'. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way," sambungnya.

Baca Juga: Tolak Permintaan Kuasa Hukum Nadiem Makarim, Kejagung Tegaskan LHP BPKP Bagian Alat Bukti

Dengan harapan seluruh bangsa di dunia tidak tinggal diam menghadapi ancaman konflik global yang semakin nyata.

SBY menegaskan bahwa situasi geopolitik saat ini menuntut kepedulian dan tanggung jawab bersama agar dunia tidak kembali terjerumus dalam perang besar.

Menurutnya, perdamaian hanya bisa terwujud jika doa diiringi dengan langkah nyata dari para pemimpin dan masyarakat internasional. Dengan kerja sama global yang kuat, SBY optimistis harapan untuk mencegah Perang Dunia III masih tetap terbuka.


Berita Terkait


News Update