"Ayam tetap kami sortir dan simpan sesuai standar Badan Gizi Nasional. Tapi tetap akan kami evaluasi," tambahnya.
Arif menduga bau ayam tersebut bukan berasal dari daging ayam melainkan dari bumbu masakan yang terlalu kuat, terutama ketumbar.
"Untuk ayam kami pastikan segar. Dugaan sementara aromanya dari bumbu yang terlalu menyengat," ungkapnya.
Baca Juga: Ahli Waris Lahan Beberkan Alasan Segel SDN Gerendong 1 Pandeglang
Ia menegaskan, pasokan ayam berasal dari pelaku UMKM lokal yang sudah melalui pengecekan kualitas. Hingga kini, kata Arif, belum ada laporan keracunan atau gangguan kesehatan akibat menu tersebut.
"Alhamdulillah tidak ada laporan keracunan. Penyebab bau akan kami telusuri supaya tidak terulang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah TK Lutfiyyah, Widi, mengatakan pihak sekolah langsung mendatangi dapur SPPG Cilame usai menerima keluhan wali murid.
"Hasil pertemuan, bau ayam masih ditelusuri. Dugaan sementara karena bumbu ketumbar terlalu banyak, bukan ayam busuk," kata Widi.
Ia menambahkan, anak-anak umumnya sensitif terhadap aroma rempah yang terlalu kuat. Pihak SPPG pun sudah meminta maaf dan berjanji akan menyesuaikan bumbu agar menu MBG lebih ramah di lidah anak-anak. (gat)
