POSKOTA.CO.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Pergerakan mata uang Garuda yang mendekati level Rp17.000 per dolar AS memicu kekhawatiran mengenai stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan. Fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menopang nilai tukar rupiah, sehingga pelemahan yang terjadi saat ini dipandang bersifat sementara dan bukan mencerminkan kondisi ekonomi yang sesungguhnya.
Menteri Keuangan, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pun menyampaikan keyakinannya bahwa rupiah akan segera kembali menguat.
Ia memprediksi penguatan nilai tukar akan terjadi dalam dua pekan ke depan, seiring dengan membaiknya kinerja ekonomi nasional dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan Indonesia.
Baca Juga: Anak Menkeu Purbaya, Yudo Sadewa Sindir Keras Gus Yaqut Usai Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024
Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Perbaikan Ekonomi
Purbaya menyampaikan keyakinannya bahwa penguatan rupiah akan terjadi secara alami apabila pertumbuhan ekonomi terus membaik. Menurutnya, kondisi ekonomi yang stabil dan menjanjikan akan menjadi magnet bagi masuknya modal asing ke Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa investor global cenderung menanamkan modalnya di negara dengan prospek pertumbuhan yang tinggi. Ketika aliran modal asing kembali masuk, nilai tukar rupiah pun akan terdorong untuk menguat.
"Kalau ekonominya membaik terus, rupiah itu hampir otomatis menguat. Modal asing akan masuk ke negara yang menjanjikan pertumbuhan lebih tinggi," ujar Purbaya saat ditemui awak media di Menara Global, Jakarta, Rabu 14 Januari 2025.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Mau Sikat 40 Perusahaan China-Indonesia yang Mangkir Pajak, Curiga Anak Buah Terlibat
Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 Jadi Penopang Rupiah
Lebih lanjut, Purbaya optimistis ekonomi Indonesia pada tahun 2026 dapat tumbuh hingga 6 persen. Sementara itu, pada kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 5,45 persen.
Ia menilai capaian tersebut akan semakin memperkuat fondasi ekonomi nasional. Dengan dasar ekonomi yang solid, arus modal yang sebelumnya keluar dari Indonesia diyakini akan kembali masuk.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih tinggi agar kepercayaan investor tetap terjaga.
Baca Juga: Fakta di Balik Isu Menkeu Purbaya Ungkap Transaksi Gelap Jokowi Hampir Rp1.000 Triliun
Modal Asing dan Dana WNI Diprediksi Kembali Masuk
Selain investor asing, Purbaya juga menyoroti potensi kembalinya dana milik warga negara Indonesia yang sebelumnya ditempatkan di luar negeri. Menurutnya, ketika iklim bisnis di dalam negeri semakin kondusif, para pelaku usaha akan mempertimbangkan kembali untuk menanamkan modal di Tanah Air.
Ia menyebut bahwa berbisnis di Indonesia akan menjadi pilihan yang lebih realistis dan menguntungkan bagi pengusaha lokal dibandingkan bersaing di pasar luar negeri.
"Rupiah akan menguat karena modal akan masuk ke sini. Orang Indonesia yang menyimpan uang di luar negeri juga akan balik, karena mereka akan berbisnis di sini," pungkas Purbaya.
Dengan optimisme tersebut, pemerintah berharap stabilitas nilai tukar rupiah dapat segera terjaga dan menjadi pendorong kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia ke depan.
