POSKOTA.CO.ID - “Kita tentu mendorong kemajuan parpol guna membangun kehidupan demokrasi yang lebih sehat. Tapi, kemajuan tanpa kemandirian akan mengarah kepada kelemahan dan ketergantungan. Sebaliknya, kemandirian tanpa kemajuan akan mengarah kepada ketertinggalan," kata Harmoko.
Tiga tahun lalu, tepatnya 5 Januari 2023, saya pernah mengulas perlunya penguatan lembaga parpol menyongsong gelaran pemilu 2024. Ada atau tidak ada perubahan sistem pemilu, penguatan lembaga parpol menjadi kebutuhan mendesak untuk kian memperkuat legalitas demokrasi yang berkedaulatan rakyat.
Tanpa penguatan lembaga parpol, apapun sistem pemilihan akan diwarnai tarik menarik kepentingan yang tak hanya merugikan parpol dan rakyat.
Kita tentu sependapat penguatan parpol harus dimulai dari akar rumput. Pembentukan kader berkualitas dan berintegritas harus pula dimulai dari level ini, begitu juga pemilih loyalitas.
Baca Juga: Kopi Pagi: Mengajar dengan Cinta
Di sinilah pentingnya rekrutmen keanggotaan dan kaderisasi mulai dari level terendah. Pada level inilah, kader dapat membangun komunikasi politik sambung rasa dengan masyarakat untuk memahami problematik masyarakat, lebih mencermati kebutuhan riil masyarakat, sekaligus problem solvingnya.
Satu hal yang wajib ditorehkan kader adalah karya nyata untuk kemajuan masyarakat sekitar. Ini bukan karena menjelang pemilihan, tetapi terus menerus. Hindari banyak bicara tanpa karya nyata. Ingat! Satu aksi lebih baik daripada sejuta kata.
Itulah yang disebut partai kader, berbuat sepanjang masa, bukan karena akan ada pemilu. Kinerja kader akan diuji masyarakat. Kelembagaan parpol pun dengan mudah dapat mengevaluasi, kader mana yang dicintai dan tidak dicintai rakyat.
Kader mana yang layak mewakili rakyat dan maju sebagai calon kepala daerah. Merit system berjalan karena bukan kader ujug-ujug yang tampil ke publik mencalonkan diri sebagai wakil rakyat, calon gubernur, bupati maupun wali kota, hanya karena memiliki koneksi dan segudang fasilitas, bukan prestasi, kredibilitas dan integritas.
Baca Juga: Kopi Pagi: Sehat Mental dan Sosial
Padahal wakil rakyat dan pejabat harus dekat dengan rakyat, dapat merasakan denyut nadi masyarakat. Tahu apa yang kau mau. Memberi tanpa perlu diminta. Bukan memberi setelah didemo massa.
Penguatan lembaga parpol harus didukung oleh semua pihak, selain penataan sistem melalui revisi undang-undang partai politik, di antaranya mengatur syarat-syarat umum rekrutmen dan sistem kaderisasi yang diterapkan oleh partai politik, fungsi pendidikan politik, integrasi politik dan artikulasi kepentingan.
Sistem keanggotaan yang sangat longgar, tidak ada seleksi ketat dalam rekrutmen keanggotaan, dan partai yang tak memiliki sistem pengembangan kaderisasi dan pemimpin yang kuat akan melemahkan pembentukan kader sebagaimana diharapkan. Kader yang berdedikasi tinggi dan berkarakter.
Syarat pendirian parpol boleh saja disederhanakan, namun uji kelembagaan tetap menjadi kebutuhan. Parpol baru, misalnya boleh ikut pemilu, jika minimal sudah berusia lima tahun sejak didirikan atau dibentuk serta telah memenuhi sejumlah kriteria.
Ini menjadi penting guna mencegah kecenderungan pola partai massa, yang hanya sibuk menjelang pemilu.Sebab, fungsi parpol tak hanya menjadi peserta pemilu Masih banyak fungsi lain yang wajib dijalankan seperti pendidikan politik, penyiapan kader bangsa, baik lokal (daerah) maupun nasional.
Selain penguatan lembaga parpol, tak kalah pentingnya adalah kemandirian parpol itu sendiri. Baik mandiri dalam hal pendanaan (finansial), pengkaderan, perumusan kebijakan dan sikap politik.
Baca Juga: Kopi Pagi: Pejuang Rakyat
Ini mendesak, tanpa kemandirian yang kuat, parpol akan senantiasa mencari ‘cantolan’ kepada penguasa dan pengusaha, pemodal yang berpotensi membuka ruang intervensi kepengurusan dan kebijakan partai. Tak terkecuali dalam pengajuan kandidat kepala daerah hingga capres.
Meski penggabungan partai (koalisi) merupakan keniscayaan, tetapi setidaknya meminimalisir adanya intervensi sepihak, termasuk mencegah terbangunnya oligarki untuk melanggengkan kekuasaan yang tak sejalan dengan kehendak rakyat.
Kita tentu mendorong kemajuan parpol guna membangun kehidupan demokrasi yang sehat. Tapi, kemajuan parpol tanpa kemandirian akan mengarah kepada kelemahan dan ketergantungan. Sebaliknya, kemandirian tanpa kemajuan akan mengarah kepada ketertinggalan, seperti dikatakan Pak Harmoko dalam kolom “Kopi Pagi” di media ini.
Dengan kemandirian, memungkinkan parpol membuat keputusan yang lebih otonom dan fokus kepada kepentingan nasional. Selain, akan lebih leluasa, efektif dan objektif dalam menjalankan fungsi pengawasan yang pada gilirannya dapat membangun kepercayaan publik.
Baca Juga: Kopi Pagi: Jangan Tunggu Hari Esok
Bicara soal kemandirian bukanlah hal yang baru, sejarah panjang perjuangan kemerdekaan telah dilandasi kemandirian (berdiri diatas kaki sendiri). Begitupun kemandirian di bidang politik merupakan amanat sejarah yang harus diwujudkan. Itulah perlunya partai politik memainkan peran bagaimana mewujudkan kemandirian guna membangun kemandirian bangsa kita. (Azisoko)