Pemakaman Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Digelar di TMP Kalibata, Presiden Prabowo Pimpin Upacara

Senin 02 Mar 2026, 13:22 WIB
Suasana prosesi pemakaman kenegaraan Try Sutrisno di TMP Kalibata, Senin (2/3/2026). (Sumber: Poskota/Bilal)

Suasana prosesi pemakaman kenegaraan Try Sutrisno di TMP Kalibata, Senin (2/3/2026). (Sumber: Poskota/Bilal)

POSKOTA.CO.ID - Jenazah Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Senin, 2 Maret 2026. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin langsung prosesi pemakaman kenegaraan yang digelar secara militer.

Berdasarkan pantauan di lokasi, liang lahat untuk almarhum telah dipersiapkan di kavling 131. Lokasi tersebut berada berdekatan dengan makam Presiden ketiga RI B.J. Habibie, istrinya Ainun Habibie, serta almarhumah Ani Yudhoyono, istri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Sejumlah pejabat dan tokoh nasional mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi turut hadir sebagai salah satu tamu undangan.

“Upacara telah kami siapkan sesuai standar prosesi kenegaraan,” ujar salah satu petugas upacara di lapangan.

Kabar Duka dari RSPAD

Sebelumnya, Try Sutrisno menghembuskan napas terakhir pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto. Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Kolonel Inf Donny Pramono.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Sepertinya benar,” kata Donny dalam keterangan singkat kepada wartawan.

Jenazah kemudian dimandikan di rumah duka RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka keluarga di Jalan Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat, untuk disemayamkan.

Jejak Panjang Karier dan Pengabdian

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935 dan dikenal sebagai tokoh militer yang meniti karier dari bawah. Ia memulai perjalanan militernya dalam operasi penumpasan PRRI pada tahun 1957.

Kariernya terus menanjak hingga menduduki berbagai jabatan strategis, termasuk Kepala Staf Kodam XVI/Udayana dan Panglima Kodam IV/Sriwijaya. Puncak karier militernya adalah ketika menjabat sebagai Panglima ABRI pada 1988–1993.

Baca Juga: Pertamina Buka Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026, Catat Tanggalnya

Pada 1993, ia diangkat menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto, setelah sebelumnya sempat bertugas sebagai ajudan Presiden selama empat tahun. Meski kerap disebut sebagai “ban serep”, kontribusinya dalam menjaga stabilitas di masa transisi tetap dianggap penting.


Berita Terkait


News Update