Antam Buka Suara soal Kabar Ledakan di Area Tambang Bogor, Ini Penjelasan Resminya

Rabu 14 Jan 2026, 18:43 WIB
Isu Ledakan Tambang Bogor Viral, Antam Sampaikan Penjelasan Lengkap (Sumber: Dok/PT. Antam)

Isu Ledakan Tambang Bogor Viral, Antam Sampaikan Penjelasan Lengkap (Sumber: Dok/PT. Antam)

PT Antam menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan. Seluruh pekerja tambang dipastikan berada dalam keadaan aman, dan tidak ada satu pun karyawan yang terjebak di area tambang, sebagaimana yang dinarasikan dalam pesan berantai.

“Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan ANTAM, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali,” lanjut Wisnu.

Perusahaan juga memastikan bahwa tidak pernah terjadi ledakan tambang seperti yang diklaim dalam berbagai unggahan media sosial maupun percakapan grup daring.

Baca Juga: Pemkot Jakbar Data Warga Kampung Bilik, 21 Orang Siap Relokasi ke Rusun sebelum Ramadan

Komitmen Good Mining Practice dan Pengendalian Risiko

Sebagai perusahaan tambang milik negara, PT Aneka Tambang Tbk menegaskan komitmennya dalam menerapkan good mining practice secara konsisten.

Hal ini mencakup pengutamaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengendalian risiko operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi pertambangan nasional.

Dalam menjalankan aktivitasnya, Antam juga terus berkoordinasi dengan aparat terkait dan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan otoritas keselamatan kerja, guna memastikan situasi di sekitar area tambang tetap aman dan kondusif.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan keberlanjutan kegiatan usaha di sektor pertambangan.

Di akhir pernyataannya, PT Antam mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan isu keselamatan dan aktivitas pertambangan.

“Antam mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang,” tutup Wisnu Danandi.

Imbauan ini sejalan dengan pentingnya literasi digital di tengah maraknya informasi yang beredar cepat di media sosial, agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terkonfirmasi kebenarannya.


Berita Terkait


News Update