POSKOTA.CO.ID - Usia boleh lansia, tetapi tetap berkarya menjadi tulang punggung keluarga. Tak sedikit pula yang berusia di atas 80 tahun masih kuat mengayuh becak dan menjadi tulang punggung bagi keluarganya.
Sumardi, 89 tahun, Safardhon, 71 tahun, dari Jombang serta Suminto, 80 tahun, dari Tulungagung, Jawa Timur, adalah tiga lansia yang masih produktif.
Ketiganya merupakan penarik becak yang yang mendapat becak listrik bantuan pribadi Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Semoga dengan becak listrik ini akan membawa berkah untuk menghidupi keluarga dan kebutuhan lainnya.
“Aamiin,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Kok tiba-tiba bilang amin,” protes Yudi.
“Loh mengamini doa, termasuk yang dilakukan oleh orang lain itu sangat baik dan dianjurkan. Lagi pula apa ruginya mengamini doa orang lain, tidak akan menguras kantong,” jawab Heri.
“Setuju. Mengamini doa orang lain pertanda kesepakatan agar doa itu dapat dikabulkan. Terlebih doa rakyat kecil yang dilakukan secara tulus dan ikhlas, konon lebih terdengar, “ jelas mas Bro.
“Dengan becak listrik, para penarik becak lansia itu akan terbantu, tidak lagi terbebani dengan beratnya mengayuh becak secara manual, tidak lagi membutuhkan tenaga ekstra, ngos-ngosan di tanjakan,” kata Heri.
“Dengan becak listrik terlihat lebih manusiawi juga,” kata Yudi.
“Bantuan becak listrik kepada penarik becak lansia merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo terhadap masyarakat lansia yang masih aktif bekerja untuk menopang kehidupan keluarga,” ujar Heri.
“Dengan becak listrik sekaligus bertujuan meringankan beban kerja mereka agar dapat beraktivitas secara lebih aman, nyaman dan manusiawi,” tambah mas Bro.
“Dengan becak listrik diharapkan akan lebih produktif, mengingat penarik becak manual mulai banyak ditinggalkan penumpang, mungkin tadi - selain lebih cepat, terasa lebih nyaman dengan becak listrik,” urai Heri.
“Yang diperlukan kemudian adalah soal perawatan becak listrik. Jangan sampai karena sulit dalam perawatan dan butuh biaya ekstra, mereka kembali mengayuh becak secara manual,” harap mas Bro.
“Setuju Bro. Kemudahan akses perawatan pasca bantuan sangatlah diperlukan. Semoga hal ini menjadi bagian tak terpisahkan dari program kepedulian penyaluran 82 ribu unit becak listrik secara nasional,” kata Yudi. (Joko Lestari)
