Beberapa ruas jalan tersebut antara lain Jalan Walang Baru VII A di Kelurahan Tugu Utara, Jalan Pegangsaan Dua dan sekitarnya di Kelurahan Pegangsaan Dua, Jalan Muara Baru di kawasan Pluit Sea View, Jalan Swasembada Raya di Kelurahan Kebon Bawang, Jalan Gunung Sahari di Pademangan Barat, Jalan R.E. Martadinata di Ancol, hingga sejumlah ruas jalan di wilayah Semper Barat, Cengkareng Timur, Kamal, dan Kedaung Kali Angke.
Ketinggian genangan di ruas-ruas jalan tersebut bervariasi antara 10 hingga 55 sentimeter dan hingga kini masih dalam penanganan petugas.
Adapun sejumlah ruas jalan lainnya dilaporkan telah surut, di antaranya Jalan Pangeran Jayakarta di Mangga Dua Selatan, Jalan KH Hasyim Ashari di Cideng, Jalan Letjen Suprapto di Cempaka Putih Timur, Jalan Hayam Wuruk di Kebon Kelapa, Jalan Yos Sudarso di Sunter Jaya, hingga puluhan ruas jalan lainnya di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Dalam upaya penanganan, dikatakan Isnawa, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah.
"Dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," kata Isnawa.
Isnawa menyebut, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan dan dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," kata dia. (cr-4)
