POSKOTA.CO.ID - Perseteruan antara musisi senior Ari Lasso dan mantan kekasihnya Dearly Djoshua kembali menyita perhatian publik.
Isu ini mencuat bukan semata karena relasi personal keduanya, melainkan menyentuh aspek yang lebih luas, yakni hak cipta karya fotografi, etika penggunaan konten pribadi, serta batas ruang privat figur publik di media sosial.
Konflik terbaru ini berawal dari permintaan tegas Ari Lasso kepada Dearly Djoshua agar menghapus sejumlah foto lama mereka saat berada di Bali, tepatnya di momen pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier.
Permintaan tersebut disampaikan secara terbuka dan bernada keras, sehingga memicu reaksi emosional dari pihak Dearly.
Baca Juga: Profil dan Fakta Menarik Timothy Ronald yang Terjerat Dugaan Kasus Penipuan Kripto
Permintaan Tegas Ari Lasso soal Hak atas Foto
Ari Lasso menegaskan bahwa foto-foto yang dimaksud merupakan karya fotografi yang ia biayai secara pribadi. Oleh karena itu, ia mengklaim memiliki hak penuh atas kepemilikan dan penggunaan foto tersebut.
“Foto-foto Bali tolong dihapus… Saya yang bayar kok anda yang pakai!!!” ujar Ari Lasso.
Ia kembali menegaskan permintaannya dengan menyebut aspek hukum yang melindungi karya fotografi.
“Semua foto Bali kawinan Luna saya minta anda hapus. Karya fotografi dilindungi undang-undang, dan pemilik hak atas foto-foto ini adalah saya,” lanjut Ari Lasso.
Pernyataan tersebut merujuk pada prinsip hak cipta, di mana pencipta atau pihak yang membiayai dan memiliki hak ekonomi atas sebuah karya memiliki kewenangan terhadap distribusi dan publikasinya.
Dalam konteks hukum Indonesia, ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang melindungi karya fotografi sebagai ciptaan yang sah.
Respons Dearly Djoshua
Menanggapi permintaan tersebut, Dearly Djoshua menyatakan kesediaannya untuk menghapus foto-foto yang dipersoalkan. Namun, ia menyampaikan keberatan atas cara Ari Lasso menyampaikan tuntutan, yang menurutnya bersifat menyudutkan dan menyerang secara verbal.
Baca Juga: Link Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans Gratis, Ungkap Sosok Bobby yang Diduga Roby Tremoti
“Baik, saya akan hapus, tapi nanti jangan diputar lagi bilang saya cewek tua, bego, goblok, norak, suka bolak balik hapus dan timbulin foto ya,” ujar Dearly Djoshua.
Dearly mengungkapkan bahwa selama menjalin komunikasi pasca putus, ia merasa kerap berada dalam posisi yang tidak konsisten. Ia bahkan mengklaim memiliki bukti percakapan WhatsApp yang menunjukkan permintaan Ari Lasso untuk menghapus foto, lalu kembali mengunggahnya saat hubungan mereka membaik.
Dalam pernyataan panjangnya, Dearly Djoshua menuturkan bahwa selama ini ia berusaha memenuhi berbagai permintaan Ari Lasso, termasuk dalam hal pembuatan konten media sosial hingga larut malam.
“Kayaknya semua apa yang kamu mau saya selalu turuti,” katanya.
Dearly mengaku pernah menyelesaikan proses pengeditan konten hingga pukul 02.00 dini hari atas permintaan Ari Lasso. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya memilih diam dalam berbagai situasi demi menjaga anak-anak agar tidak terseret ke dalam konflik publik.
Namun, sikap diam tersebut, menurut Dearly, justru berdampak pada kondisi mentalnya sebagai seorang perempuan. Ia menyesalkan gaya komunikasi Ari Lasso yang dianggap menyerang secara personal.
“Tolong yang damai-damai saja ya, nggak usahlah pakai gaya menyerang mental perempuan, kayak preman pasar. Kalau kamu merasa masih ada masalah sama saya yang belum selesai, mari kita bicarakan baik-baik secara dewasa,” tegas Dearly Djoshua.
