Bedanya Kredit Non-KUR BRI dengan KUR Bersubsidi: Mana yang Cocok untuk Usaha Anda?

Sabtu 10 Jan 2026, 18:10 WIB
Ilustrasi - Pada 2026, kredit non-KUR BRI diperkirakan semakin strategis untuk mendukung ekspansi usaha, melengkapi KUR, dan menjaga pertumbuhan kredit perbankan. (Sumber: BRI)

Ilustrasi - Pada 2026, kredit non-KUR BRI diperkirakan semakin strategis untuk mendukung ekspansi usaha, melengkapi KUR, dan menjaga pertumbuhan kredit perbankan. (Sumber: BRI)

Sementara itu, pada segmen konsumer, kredit non-KUR meliputi pinjaman multiguna, kredit berbasis payroll, serta berbagai produk pembiayaan personal lainnya yang dirancang sesuai kebutuhan nasabah.

Penopang Pertumbuhan Kredit di Tengah Keterbatasan KUR

Dalam konteks ekonomi 2026, penguatan kredit non-KUR juga dipengaruhi oleh kebijakan perbankan dan kondisi makroekonomi. Mengingat KUR memiliki kuota dan sasaran tertentu, kredit non-KUR berperan sebagai penopang kesinambungan penyaluran kredit di luar program pemerintah.

Dengan kata lain, kredit non-KUR menjadi instrumen penting bagi BRI untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Terapkan KUR Bunga 0 Persen untuk Korban Bencana Sumatra Mulai 2026

Kredit Resmi dan Terawasi OJK

Seluruh penyaluran kredit non-KUR BRI berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proses pembiayaan harus memenuhi prinsip tata kelola, manajemen risiko, serta perlindungan konsumen sesuai regulasi yang berlaku.

Di tengah maraknya pinjaman ilegal, keberadaan kredit non-KUR dari bank resmi seperti BRI menjadi alternatif pembiayaan yang lebih aman dan transparan bagi masyarakat.

Ditahun 2026, kredit non-KUR BRI diperkirakan semakin berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan menjangkau segmen usaha yang lebih luas, pembiayaan ini berpotensi mendorong produktivitas, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat struktur ekonomi Indonesia.


Berita Terkait


News Update