JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Selama seperempat abad berkiprah di Indonesia, Kia telah melewati berbagai dinamika industri otomotif nasional.
Perjalanannya tidak hanya berkaitan dengan peluncuran produk semata, tetapi juga tentang proses memahami perubahan gaya hidup, kebutuhan mobilitas keluarga, hingga transformasi teknologi yang semakin cepat.
Bagi Kia, kehadiran selama 25 tahun menjadi refleksi dari proses adaptasi yang terus berjalan seiring berkembangnya preferensi konsumen Indonesia.
Setiap fase dilalui dengan tantangan berbeda, sekaligus membentuk pendekatan Kia dalam membaca kebutuhan pasar lokal.
Pasar Otomotif Indonesia yang Dinamis
Industri otomotif Indonesia dikenal memiliki karakter pasar yang beragam dan terus berubah. Kia menilai dinamika tersebut sebagai faktor penting dalam menentukan arah pengembangan produk dan layanan.
Baca Juga: Pertamina Lubricants Hadirkan Program Fastron Weekend Drive di Awal 2026
“Selama dua setengah dekade, Kia terus menyesuaikan produk dan pelayanan dengan perubahan preferensi konsumen, mulai dari aspek fungsionalitas, kenyamanan, desain, hingga teknologi. Pendekatan ini menjadi bagian penting dari upaya Kia untuk tetap hadir sebagai merek yang dekat dan relevan dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari masyarakat Indonesia,” ujar Jong Sung Park, Chief
Executive Officer of Kia Sales Indonesia.
Pada awal kehadirannya di Indonesia pada era 2000-an, Kia memperkenalkan model-model yang fokus pada kebutuhan mobilitas dasar, seperti Carnival, Picanto, dan Rio.
Memasuki periode 2010 hingga 2018, portofolio Kia berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konsumen, termasuk melalui kehadiran Sportage dan generasi terbaru Rio.
Perubahan tren menuju dominasi SUV di pasar domestik turut direspons Kia dengan menghadirkan Seltos dan Sonet pada rentang 2019–2022. Model-model tersebut memperkuat posisi Kia sebagai merek yang adaptif terhadap tren lokal tanpa meninggalkan karakter global.
Transformasi Menuju Era Elektrifikasi
Memasuki fase transformasi global, Kia membawa perubahan signifikan ke pasar Indonesia melalui kehadiran kendaraan listrik. Sejak 2023, Kia EV6 dan EV9 menjadi penanda babak baru dalam portofolio produk Kia.
Pada tahap ini, Kia tidak hanya memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga berupaya membangun pemahaman pasar terhadap kendaraan listrik, sekaligus menyesuaikan inovasi dengan kesiapan ekosistem dan infrastruktur di Indonesia.
Baca Juga: Honda Pamer Deretan Model Sporty di Tokyo Auto Salon 2026, dari Prelude hingga Civic Type R
Di balik perjalanan panjang Kia di Indonesia, terdapat peran konsumen, mitra dealer, komunitas, serta karyawan yang menjadi bagian dari pertumbuhan merek ini. Hubungan yang terbangun selama 25 tahun tidak hanya berbasis transaksi, tetapi juga kepercayaan jangka panjang.
Selain produk, penguatan layanan purna jual dan perluasan jaringan dealer menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Konsistensi layanan dan dukungan kepemilikan menjadi bagian dari strategi Kia dalam menghadirkan pengalaman yang berkelanjutan bagi konsumennya.
Melihat ke depan, Kia memandang masa depan industri otomotif nasional dengan optimisme yang disertai pendekatan realistis. Transformasi menuju mobilitas berkelanjutan menjadi fokus jangka panjang, dengan mempertimbangkan kesiapan pasar dan kebutuhan konsumen.
“Dengan fondasi 25 tahun hadir di Indonesia, Kia berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan, bernilai, dan berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan industri otomotif nasional. Perjalanan Kia di Indonesia akan terus berlanjut, dengan semangat untuk bertumbuh bersama masyarakat, menjawab tantangan masa depan, dan menghadirkan mobilitas yang menginspirasi generasi berikutnya,” tutup Jong Sung Park.
