POSKOTA.CO.ID - Perjalanan panjang selama delapan dekade menjadi penanda penting bagi Kia dalam peta industri otomotif global. Pada 2025 lalu, pabrikan asal Korea Selatan itu merayakan usia ke-80 melalui sebuah seremoni khusus yang digelar di Kia Vision Square, Yongin, Korea Selatan.
Perayaan ini tidak sekadar menjadi ajang seremoni, tetapi juga refleksi atas transformasi Kia dari perusahaan manufaktur sederhana menjadi salah satu pemain utama dalam mobilitas berkelanjutan.
Acara tersebut turut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kia Global dan dihadiri lebih dari 400 undangan, termasuk jajaran pimpinan Hyundai Motor Group dan Kia, karyawan lintas generasi, serta mitra strategis yang terlibat dalam perjalanan panjang Kia.
Dalam rangkaian perayaan ini, Kia turut memperkenalkan Vision Meta Turismo Concept, sebuah kendaraan konsep yang mencerminkan pandangannya terhadap masa depan mobilitas.
Baca Juga: iCar V23 Sudah Melintas di Jakarta, Peluncuran Tinggal Tunggu Waktu
Konsep tersebut menggabungkan performa dinamis dengan interior bernuansa lounge, terinspirasi dari perjalanan jarak jauh era 1960-an.
Vision Meta Turismo mengusung filosofi desain “Opposites United”, yang memadukan pendekatan futuristik dengan konsep human-centered design. Kabinnya dirancang untuk menghadirkan pengalaman imersif melalui teknologi digital, sekaligus menjaga kenyamanan bagi seluruh penumpang.
Salah satu sorotan utama terdapat pada setir generasi terbaru dengan tiga mode digital, yakni Speedster, Dreamer, dan Gamer.
Fitur tersebut dipadukan dengan teknologi Augmented Reality Head-Up Display (AR HUD) yang menampilkan informasi visual tiga dimensi di bidang pandang pengemudi.
Baca Juga: Paten Terbaru Toyota Ungkap Rahasia Hybrid yang Lebih Presisi
“Vision Meta Turismo merepresentasikan visi Kia dalam menggabungkan mobilitas dinamis dengan ruang yang berorientasi pada manusia. Ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga menginspirasi,” kata Karim Habib, Executive Vice President and Head of Kia Global Design.
Perjalanan KIA Selama 8 Dekade

Kia berdiri pada 1944 dengan nama Kyungsung Precision Industry, didirikan oleh Kim Cheol-ho. Pada awalnya, perusahaan ini bergerak di bidang produksi komponen logam.
Nama Kia baru digunakan secara resmi pada 1952, bertepatan dengan diperkenalkannya produk mobilitas pertama mereka, sepeda 3000-Liho.
Tonggak sejarah berikutnya tercipta pada 1973 ketika Kia membangun Sohari Plant, yang kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong. Fasilitas tersebut tercatat sebagai pabrik otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan, sekaligus membuka jalan Kia masuk ke industri kendaraan roda empat.
Baca Juga: Bukan Vespa, Ini Keunikan Suzuki Gemma 125 yang Meluncur Sejak 1982
Langkah tersebut terealisasi pada 1974 lewat peluncuran Kia Brisa. Sejak saat itu, Kia terus menancapkan eksistensinya di pasar global melalui berbagai model penting, seperti Kia Pride pada 1987 dan Kia Sportage pada 1993, yang dikenal sebagai salah satu pelopor SUV urban.
Transformasi besar terjadi pada 1997 ketika Kia bergabung dengan Hyundai Motor Group. Perubahan arah semakin terasa pada 2005, saat Euisun Chung memimpin Kia dan memperkenalkan strategi Design Management.
Salah satu langkah krusialnya ialah merekrut desainer global Peter Schreyer sebagai Chief Design Officer, yang kemudian memperkuat identitas visual Kia di tingkat dunia.
Perayaan 80 tahun ini juga menjadi momentum untuk menyoroti peran sumber daya manusia di balik perkembangan Kia. Melalui rangkaian cerita, film khusus, serta penampilan dari Kia Ambassador sekaligus violinist kelas dunia, Clara-Jumi Kang. Kia menegaskan bahwa fondasi kekuatan merek tidak lepas dari kontribusi manusia di dalamnya.
Baca Juga: BMW Banting Harga Gila-gilaan, Diskon Tembus Rp600 Jutaan
Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam perjalanan Kia
“Sejarah 80 tahun Kia adalah sebuah perjalanan yang luar biasa. Atas nama Hyundai Motor Group, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari warisan Kia,” ujarnya.
Presiden dan CEO Kia, Ho Sung Song menegaskan bahwa warisan tersebut akan menjadi bekal penting menghadapi masa depan.
“Dengan memetik pelajaran dari perjalanan 80 tahun Kia, kami menegaskan kembali semangat determinasi yang telah menggerakkan Kia sejak awal. Kami berkomitmen untuk menjaga dan membagikan warisan ini sebagai fondasi untuk masa depan,” ucapnya.
Baca Juga: Toyota Comeback ke Formula 1, Jadi Sponsor Utama Haas Mulai 2026
Selain itu, Kia juga membuka pameran bertajuk “The Legacy of Movement”. Pameran ini menampilkan delapan zona tematik dengan 17 kendaraan ikonik, mulai dari model bersejarah hingga produk terbaru Kia.
Pameran yang digelar di Kia Vision Square tersebut akan dibuka untuk publik hingga 2029. Melalui ruang ini, Kia mengajak pengunjung melihat bagaimana merek tersebut terus beradaptasi, berevolusi, dan merespons perubahan zaman.
Sejak memperkenalkan strategi Total Transformation pada 2021, Kia menegaskan fokusnya pada pengembangan kendaraan listrik, Platform Beyond Vehicle (PBV), serta solusi mobilitas berbasis teknologi.
Delapan dekade perjalanan Kia kini menjadi fondasi untuk melangkah ke masa depan yang lebih berkelanjutan.