BANTEN, POSKOTA.CO.ID - Infrastruktur strategis kembali hadir di wilayah barat Jabodetabek. Pemerintah resmi mengoperasikan Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg Seksi 1 (JC Sedyatmo–IC Kosambi), sebuah ruas tol baru di Provinsi Banten yang mampu memangkas waktu tempuh perjalanan antara Jakarta dan Tangerang secara signifikan, dari sebelumnya sekitar satu jam menjadi hanya 20 menit saat lalu lintas lancar.
Pengoperasian ruas tol ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Operasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tertanggal 10 November 2025, dan mulai difungsikan secara bertahap pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Kehadiran tol ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas kawasan metropolitan sekaligus memperkuat jaringan logistik nasional.
Baca Juga: Longsor di Jatinagor, Empat Warga Masih Tertimbun
Akses Langsung Jakarta–Banten Tanpa Jalan Arteri Padat
Melansir dari website sahabat.pu.go.id, Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg Seksi 1 memiliki panjang 4,70 kilometer dan merupakan bagian awal dari proyek besar Jalan Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg dengan total panjang mencapai 38,6 kilometer, yang terbagi dalam delapan seksi pembangunan.
Ruas tol ini menghubungkan langsung Jalan Tol Sedyatmo (Jakarta) dengan Kosambi, Teluknaga, hingga kawasan PIK 2, tanpa harus melewati jalan arteri lokal yang selama ini dikenal padat dan rawan kemacetan.
Bagi masyarakat dan pelaku usaha, perubahan ini bukan sekadar soal jarak, melainkan tentang waktu, efisiensi, dan kualitas hidup.
Sebelum tol ini beroperasi, perjalanan dari Jakarta menuju Tangerang bagian utara atau sebaliknya kerap memakan waktu hingga satu jam, terutama pada jam sibuk. Kini, dengan akses bebas hambatan, mobilitas menjadi jauh lebih cepat dan terprediksi.
Investasi Rp23,22 Triliun untuk Konektivitas Jangka Panjang
Pembangunan Jalan Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg menelan investasi sebesar Rp23,22 triliun, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur strategis di Banten.
Nilai investasi tersebut mencerminkan skala besar proyek sekaligus peran pentingnya dalam mendukung pertumbuhan kawasan penyangga Jakarta.
Tol ini tidak hanya dirancang untuk kendaraan pribadi, tetapi juga menjadi tulang punggung baru bagi sektor logistik, distribusi barang, dan mobilitas tenaga kerja.
