POSKOTA.CO.ID - Nama sastrawan Sitok Srengenge kembali mencuat setelah foto yang memperlihatkan dirinya bersama musisi Sal Priadi beredar luas di media sosial.
Foto tersebut dengan cepat memantik perbincangan, kritik, hingga kemarahan warganet, bukan semata karena figur yang terlibat, melainkan karena jejak kontroversi Sitok Srengenge
Sal Priadi pun ikut terseret dalam pusaran polemik. Musisi yang dikenal dengan lirik-lirik puitis dan citra empatik itu mendadak menjadi sasaran kritik lantaran dianggap tidak sensitif berfoto dengan sosok yang memiliki rekam jejak kontroversial.
Dalam hitungan jam, foto tersebut menyebar luas, diiringi berbagai narasi dan spekulasi yang berkembang liar di jagat media sosial.
Menanggapi kegaduhan yang berkembang, Sal Priadi akhirnya memberikan klarifikasi melalui platform X.
Pelantun lagu Gala Bunga Matahari itu menegaskan, kehadirannya di lokasi tersebut murni dalam konteks pertemanan.
Sal mengungkapkan, ia memiliki hubungan pertemanan baik dengan anak Sitok Srengenge, yakni Laore Siwi Mentari. Kunjungan tersebut, menurut Sal, tidak memiliki agenda lain selain bersilaturahmi.
"Saya main ke rumah anaknya, (lalu) masuk rumahnya ada bapak dan ibunya. Ngobrol selayaknya tamu, lalu diajak foto," tulis Sal Priadi lewat X.
Ia menambahkan, foto tersebut diambil dalam suasana santai sebagai bentuk sopan santun seorang tamu kepada tuan rumah, tanpa maksud atau pesan lain di baliknya.
Meski demikian, Sal Priadi menyadari, foto tersebut telah melukai perasaan para penyintas kekerasan seksual.
Dia pun menyampaikan sikapnya secara tegas, dengan tidak membela perbuatan yang pernah dituduhkan kepada Sitok Srengenge.
"Mengetahui hal yang beredar, ternyata sudah jadi urusan hukum. Sikap saya clear, saya enggak bela. Kalau ada pihak yang melintir, itu urusan dia sama apa pun yang dia inginkan soal ini," tegas Sal.
Bahkan, Sal menunjukkan keberpihakannya pada nilai keadilan dengan pernyataan keras terhadap perbuatan yang diduga dilakukan Sitok di masa lalu.
"Menurut saya clear, dia janc*k. Saya akan lebih bijak menerima ajakan foto, ya, thanks," tutup Sal.
Lantas, siapa sebenarnya Sitok Srengenge? Kasus apa yang pernah menjeratnya? Dan mengapa foto bersama Sal Priadi bisa memicu kegaduhan sedemikian besar?
Baca Juga: Sal Priadi Khawatir dengan Kondisi Fiersa Besari atas Insiden Puncak Cartensz
Sitok Srengenge Siapa Terjerat Kasus Apa?
Sitok Srengenge lahir di Demak, Jawa Tengah, pada 22 Agustus 1965, dengan nama asli Sunarto. Ia dikenal sebagai penyair, penulis novel, dan esais yang cukup produktif.
Karya-karyanya telah dimuat di berbagai media massa nasional maupun internasional, termasuk di Amerika Serikat, Belanda, dan Australia.
Sitok juga sempat diperhitungkan di dunia sastra Indonesia. Sejumlah puisinya bahkan diaransemen menjadi musik puisi oleh Ubiet dan dibawakan oleh penyanyi Hedi Yunus.
Ketertarikan Sitok pada seni tumbuh sejak usia remaja, ketika ia aktif mendalami teater di SMP Negeri Dempet, Demak, dan SMA Negeri 1 Semarang.
Usai lulus SMA pada 1985, Sitok merantau ke Jakarta dan terlibat aktif di lingkungan Taman Ismail Marzuki (TIM), pusat aktivitas seni dan budaya.
Dirinya tercatat sebagai alumni International Writing Program University of Iowa serta Hong Kong Baptist University, dan kerap mengikuti berbagai festival sastra internasional sejak akhir 1990-an.
Baca Juga: Viral Lirik Lagu Gala Bunga Matahari Milik Sal Priadi, Gambarkan Kehilangan dengan Cara Berbeda
Meski begitu, pada akhir 2013, publik diguncang oleh laporan seorang mahasiswi Universitas Indonesia berinisial RW, yang melaporkan Sitok ke Polda Metro Jaya.
RW melaporkan Sitok atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang disebut berujung pada kehamilan.
Berdasarkan keterangan korban saat itu, Sitok diduga melakukan pemaksaan dan tipu muslihat di sebuah rumah indekos di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.
Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut menjadi sorotan besar, melibatkan tokoh sastra yang cukup disegani.
Kemudian, pada 2014, Sitok sempat ditetapkan sebagai tersangka. Namun, seiring waktu, proses hukum kasus tersebut seolah menguap tanpa putusan yang memberikan rasa keadilan bagi korban.
Di tengah prestasi dan rekam jejaknya di dunia sastra, kasus dugaan kekerasan seksual tersebut menjadi noda besar yang terus membayangi nama Sitok Srengenge.
