Ia mengaku, foto tersebut diambil dalam suasana santai sebagai bentuk sopan santun seorang tamu kepada tuan rumah, tanpa maksud atau pesan tersembunyi di baliknya.
Meski menegaskan tidak ada niat tertentu di balik foto tersebut, Sal Priadi menyadari bahwa unggahan itu telah melukai perasaan para penyintas kekerasan seksual.
Dia pun menyampaikan sikapnya secara terbuka dan tegas, dengan menegaskan tidak membela perbuatan yang pernah dituduhkan kepada Sitok Srengenge.
"Mengetahui hal yang beredar, ternyata sudah jadi urusan hukum. Sikap saya clear, saya enggak bela. Kalau ada pihak yang melintir, itu urusan dia sama apa pun yang dia inginkan soal ini," tegas Sal.
Lebih jauh, Sal menunjukkan keberpihakannya pada nilai keadilan dengan pernyataan keras terhadap dugaan perbuatan Sitok di masa lalu.
Pernyataan tersebut menjadi penutup klarifikasinya sekaligus penegasan sikap moral di hadapan publik.
"Menurut saya clear, dia janc*k. Saya akan lebih bijak menerima ajakan foto, ya, thanks," tutup Sal.
