MEGAMENDUNG, POSKOTA.CO.ID - Sebuah video merekam seorang remaja yang mengalami perlakuan tidak menyenangkan di Gunung Geulis, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Remaja tersebut diduga mendapatkan kekerasan dari pemilik warung yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat remaja tersebut meringis kesakitan karena sedang diurut oleh seorang pria.
Dinarasikan sang remaja telah dianiaya oleh pemilik warung tempatnya bekerja, dipukuli dengan menggunakan besi.
Baca Juga: Dishub Cimahi Pasang Kamera Tilang Elektronik, Telan Anggaran Rp1,29 Miliar
"Jadi karena ada viral itu, kita tindaklanjuti, kita konfirmasi. Ternyata (pemilik warung) itu masih familinya (punya hubungan keluarga). Kan viralnya dipukulin sama majikan, padahal ngga ada dipukulin, dan itu bukan majikan," kata Kapolsek Megamendung AKP Yulita di konfirmasi, Jumat, 12 Desember 2025.
Yulita melanjutkan, remaja dalam video itu kesakitan karena diurut. Sebelumnya ia tertimpa tabung gas sehingga membutuhkan perawatan.
"Jadi intinya dia nangis-nangis itu karena (kesakitan) diurut. Intinya dalam penyelidikan ini, (mereka) masih ada family lah, sebenarnya tidak ada masalah apa-apa. Ngga ada (kekerasan). Penjelasannya itu, kalau dari pamannya itu (akibat) kejatuhan tabung gas," ucap Yulita.
Sementara itu, pasangan suami istri yang diduga melakukan kekerasan membantah telah melakukan pemukulan menggunakan besi terhadap saudaranya itu.
Baca Juga: Tanggul Kota Baru Parahyangan Jebol, 13 Rumah Alami Rusak Sedang hingga Berat
Keduanya membuat video klarifikasi didampingi pihak kepolisian dan menyebut jika remaja itu kesakitan karena tertimpa tabung gas, bukan dipukuli menggunakan besi.
"Saya mohon maaf atas beredarnya video adik saya kemarin karena sebenarnya tidak ada pemukulan pakai besi, melainkan ketiban sama gas karena bercanda sama anak saya," kata dia.
Pasutri itu, mengaku hanya mencubit remaja yang diketahui bernama Fadil itu dan dilakukan untuk mengganjar kesalahannya.
"Anak saya yang paling kecil datang menghampiri Fadil dan Fadil menyenggol tabung gas kena tangannya sendiri. Memang benar saya mencubit Fadil, cuma karena alasannya hanya sekadar mendidik adik saya," ungkapnya.
Baca Juga: Pengelola Wisata di Lebak Dilarang Naikan Harga Tiket saat Nataru
Pasutri tersebut juga kembali menjelaskan bahwa remaja itu merupakan saudaranya, saat ini sudah kembali ke orang tuanya di Mandailing Natal.
"Fadil ini masih keluarga sama kami. Alhamdulillah kamis malam fadil sudah sampai ke orang tuanya," ujarnya. (cr-6)