Suasana di lokasi kericuhan pengeroyokan terhadap debt collector hingga terjadi pembakaran terhadao sejumlah warung di Kalibata, Pancoran, Jaksel, Jumat, 12 Desember 2025. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Kasus Debt Collector Dikeroyok hingga Aksi Pembakaran Warung, Pedagang Kalibata Minta Perhatian Pemerintah

Jumat 12 Des 2025, 21:00 WIB

PANCORAN, POSKOTA.CO.ID - Pedagang yang rukonya terbakar di sebrang taman makan pahlawan Kalibata dampal kericuhan kasus pengeroyokan debt collector meminta perhatian dari pemerintah.

Andi, 55 tahun selalu pengelola salah satu rumah makan sunda yang terdampak mengatakan, kerugian akibat kebakaran warung tidak bisa ditaksir.

Ia hanya mengatakan bahwa warung makan sunda yang telah berjualan sejak sekitar satu tahunan di lokasi itu ludes karena terbakar.

"Kerugian pasti banyak, orang semuanya habis enggak ada yang kesisa," kata Andi kepada Poskota di lokasi, Jumat, 12 Desember 2025.

Baca Juga: Imigrasi Bandara Soetta Optimalkan Alur Pemeriksaan di Periode Libur Nataru

Maka dari itu, Andi meminta perhatian karena dirinya sama sekali tidak mengetahui permasalahan yang terjadi.

Yang dia tau, terjadi keributan pada sore hari, Kamis, 11 Desember 2025, dekat lokasi tempat dia berjualan.

"Awalnya ada keributan sebelah sana (arah makam pahlawan), karena ada keributan saya sama karyawan lain siap-siap mau nutup," ucap dia.

Sekitar selepas magrib, Andi menyampaikan bahwa sekelompok orang datang langsung melakukan pembakaran di kawasan bangunan yang merupakan tempat makan.

Baca Juga: Terluka Saat Menyelamatkan Diri, Pemilik Ceritakan Warungnya Dibakar Oknum Saat Kerusuhan di Kalibata

"Kalau apinya dari itu kita kan punya banner nih. Kita tutup di depan. Banner tuh yang dibakar duluan," ungkap dia.

"Ya kami minta ada perhatian lah, karena kita juga enggak tau masalahnya apa. Kita kan cuma dagang di sini, tau-tau ada keriburan," tambahnya.

Aripin, pedagang pecel lele juga mengaku sangat syok dengan kejadian mala oti. Pasalnya ia menyebut hanya sebagai karyawan.

Ia juga nyaris menjadi korban karena disebut dituduh sebagai kubu salah satu dari dua korban.

Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang, 13 Pohon di Jakarta Tumbang

"Sangat syok, apalagi pas ditanya kan 'kamu orang mana', saya bilang 'saya orang Medan'. Nah abis itu saya langsung dilepas," kata Aripin.

"Motor saya juga kena, terbakar. Makanya saya juga bingung ini kalau udah begini gimana. Saya juga enggak tau apa-apa soalnya," tambah Aripin.

Diberitakan sebelumnya, dua orang debt collector atau mata elang (matel) tewas setelah dikeroyok di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis, 11 Desember 2025.

Saat ini sosok pelaku pengeroyokan masih menjadi tanda tanya, polisi menduga bahwa pelaku adalah rekan seorang pengendara motor yang tidak terima ditagih cicilan kendaraannya.

Baca Juga: KBM Tatap Muka SDN Kalibaru 01 Jakut Digelar Pekan Depan

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan bahwa matel mau mengaih kendaraan sepeda moto yang belum melunasi biaya kredit. Dia menjelaskan pemilik kendaraan ini tidak terima motornya ditarik sehingga dia memanggil teman-temannya kurang lebih ada 8 orang. 

"Para pelaku lalu mengeroyok dua penagih utang tersebut yang diketahui berinisial MET dan NAT," paparnya.

Dalam kejadian ini, satu korban tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu lainnya meninggal di rumah sakit.

"Kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal dunia di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit," ungkap Nicolas.

Hingga kini, penyidik gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku.

"Ini masih didalami, karena saksi masih terbatas, info awalnya seperti itu," ucap Nicolas. (Pandi Ramedhan)

Tags:
Jakarta SelatanKalibatakerusuhan Kalibatapembakaran warungpengeroyokan debt collectordebt collector

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor