Gubernur Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan resmi mengenai insiden ini usai melihat kondisi para korban di RSUD Koja.
Ia menyebut, mobil MBG sebenarnya beroperasi secara rutin setiap hari sebagai bagian dari program distribusi makanan bergizi bagi siswa.
Namun, ada faktor penting yang menjadi pemicu kecelakaan: mobil dikemudikan oleh sopir baru.
"Karena sopirnya ganti, padahal pintunya tertutup, masuk dengan kecepatan yang tidak terkontrol, menabrak murid dan guru, dan juga yang ada di sana," ujar Pramono di RSUD Koja, Jakarta Utara.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa hilangnya kendali bukan disebabkan faktor mekanis pada kendaraan, melainkan dugaan kesalahan pengemudi yang belum memahami prosedur operasional di area sekolah.
Berdasarkan data resmi, total ada 21 korban dalam insiden ini. Lima di antaranya terdiri dari satu guru dan empat siswa yang mengalami luka cukup serius sehingga harus dirujuk ke RSUD Koja untuk mendapat penanganan intensif.
Sementara, enam korban lainnya dirawat di RSUD Cilincing dengan kondisi yang lebih stabil.
"Saya tadi sudah melihat lima yang di Koja ini, mudah-mudahan tidak ada hal yang lebih parah dari itu," kata Pramono.
Pramono juga menegaskan, permintaannya kepada Direktur RSUD Koja dan Cilincing agar seluruh tenaga kesehatan memberikan layanan terbaik, termasuk tindakan medis khusus apabila dibutuhkan.
"Kalau perlu harus ditindakan bedah dan sebagainya, saya minta untuk diberikan support sepenuhnya," ujarnya.
Gubernur Pramono mengakui, peristiwa ini sangat tidak terduga. Dia menekankan, pagar sekolah saat kejadian berada dalam keadaan tertutup rapat, sementara siswa tengah berkumpul untuk mengikuti kegiatan literasi pagi.
