Hingga saat ini, banjir Sumatra belum ditetapkan sebagai bencana nasional.
Baca Juga: Awas! Ini 12 Wilayah di Jakarta yang Berpotensi Terdampak Banjir Rob
Jika bantuan asing ingin masuk, prosesnya harus mengikuti mekanisme sesuai Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, termasuk persetujuan resmi dari BNPB.
Malaysia Menjadi Negara Pertama yang Mengirim Bantuan
Malaysia menjadi satu-satunya negara yang telah mengirimkan bantuan untuk korban banjir di Aceh.
Bantuan tersebut berupa dua juta keping obat-obatan dan perangkat medis seberat dua ton, dikirim melalui pesawat kargo ke Bandara Sultan Iskandar Muda pada 29 November 2025.
Bantuan ini dikirim oleh Gomez Medical Services bersama tim kemanusiaan Blue Sky Rescue Malaysia.
Melalui situs resmi Pemerintah Aceh, bantuan ini tercatat sebagai bantuan internasional pertama pascabencana Siklon Senyar, yang memicu hujan ekstrem selama dua hari dan menyebabkan banjir bandang serta longsor.
Hingga 4 Desember 2025 pukul 06.25 WIB, BNPB mencatat 277 orang meninggal, 193 orang dinyatakan hilang.
Bantuan Pemerintah Indonesia untuk Korban Banjir Sumatra
Pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan bertahap ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat. Beberapa bantuan yang sudah dikirim antara lain:
Bantuan Logistik
- Beras 25 ton
- Minyak goreng 35 ton
- Gula 38 ton
- 2.480 dus air mineral
- 1.780 dus susu
- Mie instan, sosis, kopi, teh
- Sarden dan paket pangan siap saji
- Pakaian, pembalut, dan telur
Total nilai bantuan logistik sementara mencapai Rp107,6 miliar.
Bantuan Sosial dan Layanan Darurat
Kementerian Sosial juga menyediakan:
- Bantuan senilai Rp2,6 miliar
- Dapur umum
- Santunan kematian Rp 15 juta per korban
- Bantuan luka-luka Rp 5 juta per orang
Kementerian Komunikasi dan Digital turut membantu dengan layanan internet Starlink untuk mendukung koordinasi penanganan banjir Sumatra di wilayah terisolasi.
