JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Eksim adalah salah satu masalah kulit yang banyak dialami orang tanpa mereka sadari. Sering kali, gejala awalnya hanya terlihat seperti alergi biasa: kulit memerah, terasa gatal, atau muncul bercak kering.
Namun, dalam beberapa kasus, perubahan ini bisa berkembang lebih cepat dan lebih parah, hingga membuat penderitanya kesulitan beraktivitas karena rasa tidak nyaman yang terus muncul.
Eksim sebenarnya bukan kondisi baru. Banyak lembaga kesehatan dan pusat edukasi gaya hidup, termasuk beberapa platform wellness seperti NuMi Center, sudah sering membahasnya.
Namun, pemahaman di masyarakat tentang eksim masih minim. Akibatnya, banyak orang tidak mengetahui apa penyebab sebenarnya dan kenapa eksim bisa muncul begitu tiba-tiba.
Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Eksim Muncul?
Eksim adalah kondisi peradangan kulit jangka panjang (kronis) yang dapat kambuh kapan saja. Kulit yang mengalami eksim biasanya menjadi sangat sensitif, cepat kering, dan rentan iritasi. Peradangan inilah yang menimbulkan rasa gatal berlebih, kemerahan, hingga pecah-pecah.
Baca Juga: Girls Merapat! 4 Hal Ini Harus Dilakukan Pasca Waxing Agar Terhindar dari Iritasi Kulit
Yang membuat eksim menipu adalah sifatnya yang fluktuatif. Hari ini kulit terlihat normal, esoknya tiba-tiba memerah dan terasa panas. Banyak orang menganggap eksim muncul karena cuaca atau kebersihan, padahal faktornya jauh lebih kompleks.
1. Faktor Genetik yang Tidak Disadari
Banyak kasus eksim memiliki hubungan kuat dengan faktor keturunan. Jika salah satu orang tua memiliki riwayat dermatitis atopik, alergi, atau asma, anaknya berpotensi lebih tinggi mengalami eksim. Namun hal ini sering tidak disadari karena gejala bisa muncul bertahun-tahun kemudian.
Genetik bukan satu-satunya pemicu, tapi menjadi fondasi utama yang menentukan tingkat sensitivitas kulit seseorang.
2. Sistem Imun yang Terlalu Aktif
Eksim juga bisa dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang bekerja terlalu agresif. Debu sedikit, perubahan suhu mendadak, atau paparan bahan tertentu saja bisa membuat kulit bereaksi.
Kalau ingin memahami lebih jauh soal perawatan kulit sensitif atau cara menjaga kondisi kulit tetap stabil, kamu bisa membaca penjelasan tambahan melalui situs link yang memuat informasi terkait pola hidup dan kesehatan kulit dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.
3. Penghalang Kulit yang Rusak
Kulit memiliki lapisan pelindung alami (skin barrier). Jika lapisan ini rusak karena sabun terlalu keras, cuaca ekstrem, gaya hidup tidak stabil, atau stres, kulit akan kehilangan kemampuannya mempertahankan kelembapan.
Hasilnya:
- Kulit jadi sangat kering
- Mudah iritasi
- Rentan terpapar bakteri dan alergen
Kerusakan skin barrier adalah salah satu penyebab eksim paling umum, tapi sering tidak disadari. Banyak orang fokus hanya pada gejalanya, bukan penyebab utamanya.
4. Kondisi Psikologis: Stres Bisa Memperburuk Eksim
Kondisi mental yang tidak stabil seperti stres berat, kurang tidur, atau tekanan emosional dapat memicu kambuhnya eksim. Ketika stres meningkat, hormon kortisol juga naik. Hal ini memengaruhi keseimbangan kulit dan meningkatkan sensitivitas peradangan.
Ini menjelaskan mengapa banyak orang mengalami eksim saat memasuki masa penuh tekanan, seperti pekerjaan yang menumpuk atau lingkungan yang tidak kondusif.
5. Lingkungan dan Faktor Pemicu Sehari-hari
Selain internal tubuh, faktor eksternal juga punya pengaruh besar:
- Suhu dingin atau panas ekstrem
- Air terlalu keras
- Bahan pakaian tertentu (misalnya wol atau sintetis)
- Debu rumah
- Produk skincare atau body wash dengan parfum kuat
Interaksi dengan pemicu-pemicu ini bisa membuat kulit bereaksi secara langsung, terutama pada orang yang memiliki riwayat sensitivitas.
6. Bisa Terjadi Pada Bayi hingga Dewasa
Eksim tidak mengenal usia. Pada bayi, kondisi ini sering terlihat pada pipi, dahi, atau lengan. Pada orang dewasa, eksim cenderung muncul di lipatan tubuh seperti siku, belakang lutut, pergelangan tangan, atau leher.
Baca Juga: Rekomendasi Bedak Lokal dan Murah Untuk Kulit Berjerawat
Yang menarik, eksim pada setiap usia punya pola pemicu yang berbeda. Bayi lebih sering terpicu oleh makanan atau lingkungan, sedangkan orang dewasa lebih rentan terhadap stres dan perubahan cuaca.
Bagaimana Cara Mengendalikan Eksim?
Eksim memang tidak bisa hilang sepenuhnya, tetapi bisa dikendalikan agar tidak kambuh. Beberapa langkah efektif:
- Menjaga kelembapan kulit setiap hari
- Menghindari sabun berparfum kuat
- Mengelola stres dengan pola istirahat cukup
- Menghindari suhu ekstrem
- Menggunakan pakaian yang lembut di kulit
- Menjaga kebersihan lingkungan dari debu
Jika eksim muncul berulang, sebaiknya konsultasi dengan dokter kulit untuk mengetahui pemicu spesifik dan terapi yang sesuai.
Kesimpulan
Eksim bukan sekadar masalah kulit biasa. Kondisi ini dapat muncul tiba-tiba karena kulit yang sensitif bereaksi terhadap banyak faktor, mulai dari bawaan genetik, sistem imun yang bekerja terlalu aktif, hingga skin barrier yang melemah dan membuat kulit mudah kering serta iritasi. Situasi ini sering diperburuk oleh stres dan berbagai pemicu dari lingkungan sehari-hari, sehingga gejalanya terlihat berubah-ubah dan membuat penderitanya kesulitan memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan memahami penyebabnya, kita bisa lebih cepat mengenali pola eksim dan mengetahui langkah yang paling tepat untuk merawatnya. Menjaga kelembapan kulit, menghindari pemicu, serta merawat kondisi fisik dan emosional secara seimbang dapat membantu mengurangi kambuhnya gejala dan membuat kulit tetap terasa nyaman.
