Eksim juga bisa dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang bekerja terlalu agresif. Debu sedikit, perubahan suhu mendadak, atau paparan bahan tertentu saja bisa membuat kulit bereaksi.
Kalau ingin memahami lebih jauh soal perawatan kulit sensitif atau cara menjaga kondisi kulit tetap stabil, kamu bisa membaca penjelasan tambahan melalui situs link yang memuat informasi terkait pola hidup dan kesehatan kulit dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.
3. Penghalang Kulit yang Rusak
Kulit memiliki lapisan pelindung alami (skin barrier). Jika lapisan ini rusak karena sabun terlalu keras, cuaca ekstrem, gaya hidup tidak stabil, atau stres, kulit akan kehilangan kemampuannya mempertahankan kelembapan.
Hasilnya:
- Kulit jadi sangat kering
- Mudah iritasi
- Rentan terpapar bakteri dan alergen
Kerusakan skin barrier adalah salah satu penyebab eksim paling umum, tapi sering tidak disadari. Banyak orang fokus hanya pada gejalanya, bukan penyebab utamanya.
4. Kondisi Psikologis: Stres Bisa Memperburuk Eksim
Kondisi mental yang tidak stabil seperti stres berat, kurang tidur, atau tekanan emosional dapat memicu kambuhnya eksim. Ketika stres meningkat, hormon kortisol juga naik. Hal ini memengaruhi keseimbangan kulit dan meningkatkan sensitivitas peradangan.
Ini menjelaskan mengapa banyak orang mengalami eksim saat memasuki masa penuh tekanan, seperti pekerjaan yang menumpuk atau lingkungan yang tidak kondusif.
5. Lingkungan dan Faktor Pemicu Sehari-hari
Selain internal tubuh, faktor eksternal juga punya pengaruh besar:
- Suhu dingin atau panas ekstrem
- Air terlalu keras
- Bahan pakaian tertentu (misalnya wol atau sintetis)
- Debu rumah
- Produk skincare atau body wash dengan parfum kuat
Interaksi dengan pemicu-pemicu ini bisa membuat kulit bereaksi secara langsung, terutama pada orang yang memiliki riwayat sensitivitas.
