Cegah Banjir, Warga Puri Cendana Tambun Selatan Bongkar 52 Bangunan Penutup Drainase

Minggu 30 Nov 2025, 19:25 WIB
Puluhan warga Puri Cendana, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, membongkar 52 bangunan yang halangi saluran drainase pada Minggu, 30 November 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

Puluhan warga Puri Cendana, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, membongkar 52 bangunan yang halangi saluran drainase pada Minggu, 30 November 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

TAMBUN SELATAN, POSKOTA.CO.ID - Puluhan warga Perumahan Puri Cendana, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, berbondong-bondong menuju gerbang perumahan di Desa Sumberjaya, Minggu pagi, 30 November 2025.

Mereka kompak melakukan pembongkaran bangunan yang bertahun-tahun menutup drainase dan menghambat akses mobilitas warga.

Secara gotong royong, pemuda, orang tua, hingga ibu rumah tangga membawa peralatan dari rumah masing-masing, mulai dari palu godem, linggis, pemotong keramik, hingga pacul. Petugas desa turut dikerahkan dalam penertiban tersebut.

Sebanyak 52 bangunan yang berdiri di atas saluran drainase sebagian besar berupa teras ruko dibongkar. Kondisi itu selama ini dinilai menjadi pemicu banjir dan mempersempit badan jalan.

Baca Juga: Kendalikan Banjir, DPRD DKI Desak Percepatan Normalisasi Ciliwung

Perwakilan Paguyuban RW Perumahan Puri Cendana, Sukatman, mengatakan penertiban dilakukan atas inisiatif warga untuk meminimalisir banjir saat musim hujan serta memudahkan proses perbaikan jalan yang kini tengah dilakukan secara swadaya.

“Muda-mudi, tokoh masyarakat, dan paguyuban RW berinisiatif memperbaiki jalan dan drainase serta menertibkan bangunan ruko yang tidak pada tempatnya,” ujar Sukatman di lokasi.

Ia menyebut kekhawatiran warga mulai mereda setelah tahap pertama perbaikan jalan sepanjang 100 meter hampir rampung. Perbaikan tersebut dibiayai dari sumbangan warga yang mencapai Rp189.296.500. Adapun tahap kedua akan kembali dibuka melalui penggalangan dana.

“Tahap satu hampir rampung. Tahap dua nanti dievaluasi, apakah diaspal atau dicor. Kalau airnya banyak, dicor. Kalau kemiringannya bagus dan tidak tergenang, diaspal,” jelasnya.

Sementara itu, PJ Kepala Desa Sumberjaya, Ike Rahmawati, menegaskan penertiban dilakukan karena wilayah sudah memasuki musim penghujan. Ia mendukung penuh warga yang membuka usaha, namun menekankan bangunan tetap harus mengikuti aturan tata ruang.

“Saya sangat mendukung para pelaku ekonomi untuk membangun kesejahteraan warga Desa Sumberjaya, tapi harus mengikuti aturan yang berlaku. Jangan sampai menutup jalan,” kata Ike.

Menurutnya, banyak saluran drainase di kawasan tersebut yang tertutup bangunan atau pondasi permanen, sehingga harus segera ditertibkan bersama pemuda dan paguyuban RW.

Baca Juga: Enam RT di Kepulauan Seribu Tergenang Banjir Rob

Ike juga mengimbau warga untuk aktif melakukan pengawasan dan menegur jika masih ada yang mendirikan bangunan di atas drainase.

Ia mengapresiasi kekompakan warga Puri Cendana yang memperbaiki jalan utama secara gotong royong karena dapat meringankan beban anggaran pemerintah.

“Karena hampir semuanya ruko, jadi kami sosialisasikan aturan pembangunan agar tidak menutup drainase. Pengawasan akan terus kami lakukan bersama warga agar saat hujan tidak terjadi banjir,” tandasnya. (cr-3)


Berita Terkait


News Update