Akomodir Aspirasi Pedagang Thrifting Pasar Senen, Menteri UMKM: Pemerintah Ingin Memastikan Aktivitas Tetap Berjalan

Minggu 30 Nov 2025, 17:02 WIB
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman (kanan) dan anggota DPR RI, Adian Napitupulu (kiri), usai melihat aktivitas jual beli pakaian bekas atau thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu, 30 November 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Pandi Ramedhan)

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman (kanan) dan anggota DPR RI, Adian Napitupulu (kiri), usai melihat aktivitas jual beli pakaian bekas atau thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu, 30 November 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Pandi Ramedhan)

SENEN, POSKOTA.CO.ID - Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengakomodir aspirasi para pedagang pakaian bekas (thrifting) di Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang resah soal larangan penjualan pakaian impor bekas.

Hal itu disampaikan Maman setelah melihat langsung aktivitas jual beli di pusat perbelanjaan pakaian bekas di Pasar Senen yang berlokasi di lantai dua tersebut.

"Yang pertama yang kami harus pahami semuanya, keberadaan kami pemerintah, itu pasti prioritas pertama kami adalah mengamankan agar pedagang-pedagang (agar) masih bisa berlanjut. Itu dulu ya, karena kan ada kepentingan pengamanan keberlanjutan aktivitas ekonomi," kata Maman kepada wartawan, Minggu, 30 November 2025.

"Di satu sisi, saya harus menyampaikan apa adanya dulu. Di satu sisi memang secara aturan, kita dilarang mengimport barang-barang bekas. Ini secara aturannya dulu, real-nya begitu," ujarnya.

Baca Juga: Menteri UMKM Kunjungi Pusat Thrifting di Pasar Senen, Pedagang: Jangan Ditutup!

Meski demikian, pihaknya belum dapat memutuskan bagaimana keberlangsungan penjualan pakaian bekas dengan barang branded yang sudah berlangsung sejak lama salah satunya yang ada di Pasar Senen ini.

Saat dimintai tanggapan terkait Pemprov DKI Jakarta yang mau mengganti dengan produk lokal, Maman menyampaikan pihaknya belum bisa memastikan terkait wacana substitusi itu.

"Kami kan dari Kementerian UMKM juga mendorong untuk dilakukan substitusi. Tetapi kan substitusi itu kan tidak bisa langsung begitu saja, serta-merta," kata Maman.

"Ini kan butuh proses, step by step. Karena kenapa tadi? Kita sepakat nggak bahwa ada kepentingan aktivitas perdagangan ekonomi yang harus diselamatkan dari teman-teman perdagangan ini," ucap dia.

Meski belum jelas apakah nantinya thrifting akan berlanjut atau tidak, Maman hanya memastikan agar aktivitas pedagang pakaian bekas di Pasar Senen ini tetap berjalan.

Saat ini, kata dia, pemerintah sedang merumuskan agar bagaimana pedagang-pedagang pakaian bekas di Pasar Senen ini tetap berjalan. Sehingga aktivitas ekonomi di Pasar Senen juga tetap berjalan.

"Makanya karena arahan dari Pak Presiden adalah bahwa aktivitas perdagangan para pedagang-pedagang itu harus melanjut. Di satu sisi ada aturan, di satu sisi juga ada kepentingan perdagangan, aktivitas ekonomi juga harus diselamatkan," tuturnya.

Salah satu pedagang Rosita Sinaga, 63 tahun meminta agar aktivitas penjualan pakaian bekas di Pasar Senen tetap berjalan. Wanita yang sudah puluhan tahun berjualan pakaian bekas lokal ini mengaku selalu taat aturan misalnya membayar kios.

Baca Juga: Viral Pedagang Thrifting Minta Dilegalkan, Menkeu Purbaya Beri Jawaban Menohok

Bahkan Rosita, sapaan akrabnya itu mengaku siap jika harus membayar pajak ke pemerintah demi bisa tetap berjualan pakaian bekas.

"Ya kami siap, kami juga dagang di sini pakai KUR, bayar sewa sesuai," kata Rosita di lokasi.

Rosita yang juga berjualan produk lokal mulai dari baru hingga bekas ini menyebut, sama sekali tidak merasa terganggu dengan keberadaan pedagang pakaian bekas dengan brand dari luar. Dia menyampaikan bahwa sesama pedagang sama sekali tidak ada persaingan dari sisi brand.

"Malah kami sudah terbiasa dan sama-sama mendukung," ucap dia.


Berita Terkait


News Update