Tren Foto Miliarder dengan Gemini AI Viral: Netizen Bisa Pose di Jet Pribadi hingga Ballroom Mewah

Sabtu 29 Nov 2025, 18:00 WIB
Contoh foto gaya miliarder hasil AI Gemini dengan efek ultra-realistis. (Sumber: Gemini AI)

Contoh foto gaya miliarder hasil AI Gemini dengan efek ultra-realistis. (Sumber: Gemini AI)

POSKOTA.CO.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengalami perkembangan pesat, terutama di bidang visual.

Setelah viral tren foto nostalgia seperti “childhood hugging photo”, kini media sosial kembali diramaikan dengan tren baru bertema kemewahan: foto gaya miliarder menggunakan AI Gemini.

Tren ini menarik perhatian karena mampu memberikan hasil gambar yang sangat realistis. Banyak pengguna berkomentar bahwa foto yang dihasilkan terlihat seperti jepretan kamera profesional bernilai miliaran rupiah. Melalui tools AI, elemen seperti pencahayaan sinematik, tekstur pakaian, ekspresi wajah, hingga detail emas, jet pribadi, dan dekorasi mewah lainnya tergambar sangat jelas.

Menurut laporan Google AI Research (2025), teknologi tekstual-to-image makin banyak digunakan untuk hiburan dan ekspresi diri digital. Visual AI kini bukan hanya digunakan sektor bisnis atau industri kreatif, tetapi juga untuk tren gaya hidup dan budaya internet.

Baca Juga: Dara Arafah dan Rehan Mubarak Resmi Menikah? Momen Akad di Madinah Bikin Heboh

Cara Membuat Foto Miliarder di Gemini AI

Proses pembuatan foto ini terbilang mudah, bahkan bagi pengguna pemula. Berikut langkah umumnya:

  • Masuk ke Gemini AI melalui aplikasi atau versi web.
  • Pilih menu Image Generator.
  • Buat prompt dengan gaya kemewahan atau tematik.
  • Tambahkan instruksi teknis seperti:
  • ultra realistic, high detail texture, 8K, cinematic lighting, premium shot.
  • Klik Generate dan tunggu proses rendering.
  • Simpan hasilnya atau modifikasi ulang hingga sesuai keinginan.

Beberapa kreator digital juga merekomendasikan menambahkan gaya majalah bisnis seperti:

  • "Magazine style, Forbes aesthetic, luxury portrait angle."
  • Contoh Prompt yang Viral

Berikut beberapa prompt yang banyak beredar di media sosial:

Contoh Prompt AI

  • Sultan Ballroom Emas: A man wearing a white luxury suit sitting on a gold throne surrounded by gold bars and US dollars, ultra realistic, dramatic lighting, cinematic tone.
  • Jet Pribadi: Person relaxing on private jet leather seat with open suitcase full of money, premium cinematic lighting, high texture details.
  • Helikopter Mewah: Glamorous businessman stepping out of a black helicopter on skyscraper rooftop, elite bodyguards, dramatic shot.
  • Kapal Pesiar: Standing on luxury yacht deck with champagne bottles and fireworks, Forbes magazine photography style, hyper realistic.
  • Raja Minyak Modern: Middle Eastern modern royalty wearing designer clothing, desert view with supercars and golden camels, 4K cinematic clarity.

Mengapa Tren Ini Viral?

Ada beberapa faktor yang membuat tren ini berkembang cepat:

  • Fantasi Sosial: Banyak pengguna menikmati pengalaman menjadi "kaya" meskipun hanya di dunia digital.
  • Kemudahan Teknologi: Tidak diperlukan keahlian desain atau kamera mahal.
  • Visual Dramatis: Hasil gambar memberikan efek wow dan cocok untuk media sosial.
  • Karakter Self-Expression: AI memberi ruang untuk membangun persona baru, lucu, satir, atau elegan.

Seorang digital sociologist dari Carnegie Mellon University menyebut fenomena ini sebagai "AI Identity Play", yakni bentuk hiburan modern di mana seseorang mencoba versi ideal dirinya melalui teknologi.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan 24K Masih Tahan di Rp2,1 Juta per Gram Hari Ini 29 November 2025, Cocok untuk Beli atau Tunggu?

Fantasi yang Menjadi Visual

Melalui Gemini AI, batasan realitas semakin kabur. Sebuah foto dapat memperlihatkan seseorang berpose di atas kapal pesiar, dikelilingi helikopter militer, atau berada di ballroom emas tanpa perlu properti asli.

Bagi sebagian orang, tren ini hanya hiburan. Namun, bagi kreator, model, hingga pebisnis digital, ini dapat menjadi peluang branding visual.

Seiring perkembangan AI, kemungkinan tren serupa akan terus muncul di masa depan—baik lebih ekstrem, lebih realistis, maupun lebih personal.


Berita Terkait


News Update