Melihat Antusiasme Siswa SD di Tambora Jakbar Pilih Menu Makan Gratis di Kantin Sekolah

Rabu 05 Nov 2025, 17:38 WIB
Siswa di SD Negeri 01 dan 03 Pagi, Tambora, Jakarta Barat, saat menukarkan kupon makan gratis di kantin sekolah, Rabu, 5 November 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Pandi Ramedhan)

Siswa di SD Negeri 01 dan 03 Pagi, Tambora, Jakarta Barat, saat menukarkan kupon makan gratis di kantin sekolah, Rabu, 5 November 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Pandi Ramedhan)

"Senang juga sih dia (anaknya), jajannya kurang jadi uang jajannya bisa ditabungin kalau anak saya paling suka makan soto sama mie," ungkapnya.

Siswa di SD Negeri 01 dan 03 Pagi, Tambora, Jakarta Barat, saat menukarkan kupon makan gratis di kantin sekolah, Rabu, 5 November 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Pandi Ramedhan)

Kepala Sekolah SD Negeri 01 Pagi, Harisa Mayati berujar, orang tua termasuk siswa begitu juga pedagang kantin sangat menyambut baik program makan gratis di sekolah ini.

Adapun, siswa setiap harinya mendapat kupon senilai Rp5.000 per hari dan ditukarkan di kantin sekolah.

“Anak-anak membawa tempat makan dari rumah. Saat jam istirahat, mereka menukarkan kupon dan wadahnya diisi makanan oleh penjual kantin,” kata Harisa.

Dikatakannya, langkah ini bukan hanya memudahkan distribusi makanan, tapi juga mengajarkan disiplin dan pengurangan sampah plastik di lingkungan sekolah.

"Jadi pada bawa tempat makan sendiri agar mengurangi sampah plastik," ucap dia.

Adapun menu yang disajikan di kantin bervariasi, mulai dari soto mie, nasi goreng, chicken katsu, nasi kuning, nasi uduk, batagor, hingga sandwich isi daging dan sayur.

Semua makanan yang disajikan oleh pedagang kantin, dimasak pagi hari agar tetap fresh dan disukai anak-anak.

Untuk memastikan keamanan pangan, setiap kantin telah dibina oleh Puskesmas dan menempelkan hasil uji gizi di area dagang masing-masing.

Baca Juga: Cegah Keracunan Makanan, BGN Latih Ratusan Relawan MBG di Kota Cilegon

“Nilai gizinya sudah diukur dan diverifikasi oleh Puskesmas. Jadi aman dikonsumsi anak-anak,” tambah Harisa.

Yanti, 45 tahun, pedagang kantin memastikan olahan makanannya yang disajikan untuk siswa seperti roti sandwich, dipastikan masih fresh dan higienis.


Berita Terkait


News Update