POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan layanan kesehatan bagi warga yang terdampak aksi unjuk rasa di berbagai titik ibu kota tetap berjalan optimal.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan tenaga kesehatan menjadi prioritas utama.
"Kami memastikan pelayanan medis tetap berjalan karena keselamatan petugas dan warga menjadi perhatian bersama," ujar Ani di Jakarta.
Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat 469 orang telah mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, 371 pasien menjalani rawat jalan, 97 pasien dirawat inap, sementara satu korban meninggal dunia.
Baca Juga: Pasca Unjuk Rasa, Pemprov DKI Gratiskan TransJakarta dan MRT Selama Sepekan
Data Dinkes mencatat, mayoritas pasien mengalami konjungtivitis sebanyak 198 kasus, diikuti luka terbuka (vulnus) sebanyak 90 kasus, serta sesak napas (dyspnea) sebanyak 42 kasus.
Selain itu, beberapa korban mengalami trauma fisik, patah tulang, cedera kepala, hingga keluhan medis lainnya.
Ani menjelaskan bahwa pasien yang memerlukan perawatan lebih intensif telah dirujuk ke rumah sakit di lima wilayah Jakarta.
Beberapa di antaranya adalah RS Hermina Kemayoran, RS Kramat 128, RSAL Mintohardjo, RSPAD Gatot Soebroto, RS POLRI, RSUD Koja, RSUD Budhi Asih, RS Pelni, hingga RS Pusat Pertamina.
Baca Juga: Truk Tronton Terguling di Jalan Raya Parung Bogor, Diduga karena Sopir Mengantuk
Selain itu, puskesmas di wilayah terdekat juga disiapkan untuk memberikan layanan darurat.