Reaksi Raymond Chin dan Malaka Project Usai Insiden Tragis Demo 28 Agustus: 'Heartbroken, What a Tragedy'

Jumat 29 Agu 2025, 10:21 WIB
Heartbroken, what a tragedy. Nyawa melayang dari hasil sistem yang seharusnya melindungi rakyat. Miris kita dibodohi untuk optimis di tengah kebutaan dan ketulian pejabat,” -Raymond Chin- (Sumber: Instagram/@malakaproject dan @raymondchin)

Heartbroken, what a tragedy. Nyawa melayang dari hasil sistem yang seharusnya melindungi rakyat. Miris kita dibodohi untuk optimis di tengah kebutaan dan ketulian pejabat,” -Raymond Chin- (Sumber: Instagram/@malakaproject dan @raymondchin)

Pengusaha muda dan influencer Raymond Chin mengekspresikan duka melalui Instagram. Ia mengunggah latar hitam dengan emoticon patah hati.

“Heartbroken, what a tragedy. Nyawa melayang dari hasil sistem yang seharusnya melindungi rakyat. Miris kita dibodohi untuk optimis di tengah kebutaan dan ketulian pejabat,” tulisnya.

Raymond melanjutkan dengan kritik tajam terhadap negara yang terkesan lebih sibuk menyelamatkan citra politik ketimbang memperbaiki sistem.

“Gua mau cinta Indonesia, tapi momen-momen kaya gini bikin mikir. Apa negara masih berpihak sama rakyat, atau makin jauh ke bibit tirani?”

Kasus ini bukan sekadar tragedi tunggal, melainkan refleksi dari persoalan struktural. Kehidupan seorang ojek online, seperti Affan Kurniawan, merepresentasikan wajah nyata perjuangan rakyat kecil. Mereka bekerja tanpa henti, siang dan malam, demi menyambung hidup.

Hilangnya nyawa Affan mengingatkan bahwa setiap kebijakan, setiap tindakan aparat, memiliki dampak langsung terhadap rakyat biasa. Pertanyaan yang menggema di masyarakat adalah: Apakah nyawa rakyat sudah sedemikian murah harganya?

Kejadian ini menyayat hati karena memperlihatkan jarak yang semakin lebar antara idealisme perlindungan negara dan kenyataan di lapangan.

Tuntutan Transparansi dan Akuntabilitas

Tragedi ini semakin memperkuat desakan publik untuk menuntut:

  1. Transparansi proses hukum terhadap anggota Brimob yang terlibat.
  2. Akuntabilitas kelembagaan, termasuk evaluasi rantai komando.
  3. Reformasi prosedural agar penggunaan kekuatan dalam demonstrasi tidak lagi berujung korban sipil.

Banyak pihak khawatir, tanpa kejelasan, kasus ini hanya akan menambah deretan panjang peristiwa yang berlalu tanpa keadilan.

Tragedi Affan juga menyentuh ranah politik. Ketika rakyat merasa tidak aman bahkan di ruang publik, legitimasi pemerintah ikut dipertaruhkan.

Baca Juga: Affan Kurniawan Orang Mana? Driver Ojol Korban Insiden Rantis Brimob di Pejompongan

Rakyat sebagai “Korban Tak Tercatat”

Ada satu hal yang sering luput: korban seperti Affan adalah “korban tak tercatat” dalam konflik sosial-politik. Ia bukan demonstran, bukan tokoh, melainkan orang biasa. Namun, justru posisi inilah yang membuat tragedi semakin memilukan.


Berita Terkait


News Update