Kejadian bermula saat ia menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal. Pelaku meminta Adrian memeriksa kembali aplikasi KTP digital yang sebelumnya telah ia instal dan verifikasi di Kantor Kecamatan Jatisampurna.
"Iya betul, ada nomor yang mengaku dari Disdukcapil Bekasi. Pelaku meminta untuk cek aplikasi KTP digital, saya cek dan benar data tidak ditemukan, yang sebelumnya saya sudah dibantu install dan verifikasi oleh Kecamatan Jatisampurna," kata Adrian.
Meski sudah memiliki aplikasi resmi, Adrian diarahkan untuk mengunduh ulang melalui tautan digitalktp.online, lalu diminta menonaktifkan Play Store dan mengikuti proses aktivasi ulang.
Baca Juga: Petugas Kebersihan di Bekasi Minta Pemerintah Serius Tangani Sampah
Dalam proses itu, ponselnya tidak bisa membuka notifikasi atau berpindah aplikasi. Ia juga diminta memindai wajah, sidik jari, serta membuat PIN dan kata sandi baru—yang kebetulan sama dengan akun mobile banking miliknya.
Tak lama setelahnya, seluruh saldo rekening Adrian sebesar Rp66 juta lenyap. Ia sudah melaporkan kejadian ini ke polisi, namun belum ada tindak lanjut.
"Sepengalaman saya, website dari pemerintah memang mirip-mirip aja. Apps-nya kalau dari ikonnya persis seperti yang dari Disdukcapil," imbuhnya. (cr-3)
