"Oleh karenanya dapat dipastikan bila komponen tersebut (baterai tegangan tinggi dan motor listrik) tidak ada kaitannya dan juga bukan pemicu dari insiden ini," tambah Maulana.
Perusahaan kini memfokuskan investigasi pada area kap depan untuk mengidentifikasi sumber kebakaran. "Menurut informasi di lapangan, awal mula insiden ini berawal dari sisi bagian kap depan yang berasap," jelasnya.
Respons Cepat Pemadam Kebakaran
Maulana juga mengapresiasi tim pemadam kebakaran setempat yang berhasil mengendalikan api dengan cepat. "Kami berterima kasih kepada pihak pemadam kebakaran setempat yang dengan sigap melakukan pemadaman dengan singkat."
Profil Wuling Air EV
Wuling Air EV merupakan mobil listrik kompak dengan dimensi panjang 2.974 mm, lebar 1.505 mm, dan tinggi 1.631 mm. Kendaraan ini hadir dalam dua varian:
- Standard Range (baterai 18 kWh, jarak tempuh 200 km)
- Long Range (baterai 26,5 kWh, jarak tempuh 300 km)
Dilengkapi fitur canggih seperti IoV (Internet of Vehicle), WIND (Wuling Indonesian Command), dan Easy Home Charging, Air EV dirancang untuk mobilitas perkotaan yang efisien.
Baca Juga: Tips Merawat Spidometer Digital Motor Agar Awet dan Tetap Optimal
Kekhawatiran Soal Keamanan Mobil Listrik
Meski Wuling memastikan baterai bukan penyebab kebakaran mobil listrik, insiden ini kembali memicu perdebatan tentang keamanan mobil listrik.
Pakar keselamatan kendaraan listrik mengingatkan bahwa thermal runaway (reaksi berantai pemanasan berlebih pada baterai lithium-ion) bisa menjadi ancaman serius jika terjadi kerusakan fisik, kegagalan sistem pendingin, atau kesalahan produksi.
Wuling Motors berjanji memberikan update lebih lanjut setelah investigasi selesai. "Kami meminta waktu untuk memberikan perkembangan selanjutnya," tutup Maulana.
Insiden ini menjadi pengingat bagi produsen dan konsumen akan pentingnya pemeliharaan berkala serta penggunaan komponen resmi untuk meminimalisir risiko kebakaran.
