Seorang jamaah haji lansia asal Indonesia terekam kamera tengah mencari jalan pulang di Kota Madinah, viral karena ingin kembali ke Tanah Air meski ibadah belum selesai. (Sumber: Instagram/@unikinfold)

Daerah

Viral! Jemaah Haji Asal Indonesia Minta Pulang Meski Sudah Tiba di Madinah, Ternyata Ini Alasannya

Senin 05 Mei 2025, 14:40 WIB

POSKOTA.CO.ID - Sebuah video berdurasi pendek yang diunggah oleh akun Instagram @unikinfold pada tanggal 5 Mei 2025 menjadi viral setelah memperlihatkan seorang lelaki tua berpakaian khas jamaah haji tampak kebingungan di jalanan Kota Madinah.

Lelaki tersebut menyatakan keinginannya untuk pulang ke Indonesia, seraya mengatakan bahwa anaknya sedang menunggunya di rumah.

Dalam video itu, pria lansia tersebut mengenakan peci putih dan sorban, berjalan sendirian di trotoar dan berusaha mencari jalan pulang. Sang perekam, yang juga warga negara Indonesia, berusaha menghampirinya dan membujuknya untuk kembali ke rombongan atau tempat penginapan.

Baca Juga: PAM Jaya Akan Ajukan Roadmap IPO ke Pemprov Jakarta Hari Ini

Reaksi Masyarakat: Simpati, Harapan, dan Kekhawatiran

Video tersebut memicu berbagai komentar dari netizen. Banyak yang menyampaikan doa agar sang bapak dapat melanjutkan ibadah hajinya dengan lancar.

Beberapa lainnya berspekulasi bahwa kondisi psikologis atau medis, seperti demensia atau disorientasi akibat kelelahan, bisa menjadi penyebab kebingungan yang dialami oleh jamaah lansia tersebut.

Komentar seperti:

"Dimensia mungkin, tolong dibantu namanya udah tua, niat ibadah tapi kondisi suka pikun," – akun @ranie***

"Ya Allah semoga bapaknya bisa menjalankan ibadah haji... sehat-sehat selalu bapak," – akun @yusup

menunjukkan keprihatinan netizen akan pentingnya perlindungan bagi jamaah lansia selama haji.

Penyebab Umum Disorientasi Jamaah Lansia Selama Ibadah Haji

Ibadah haji adalah salah satu ibadah fisik dan spiritual paling berat. Bagi lansia, tantangan ini bisa berlipat ganda. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab keinginan pulang sang jamaah lansia antara lain:

  1. Disorientasi Ruang dan Waktu:
    Lansia rentan mengalami kebingungan terutama di lingkungan baru yang padat dan tidak familiar.
  2. Demensia atau Gejala Kepikunan:
    Penyakit degeneratif seperti Alzheimer bisa menyebabkan penderita mengalami kebingungan mendadak, lupa lokasi, bahkan keinginan untuk "kembali ke rumah" secara spontan.
  3. Kerinduan Akan Keluarga:
    Ibadah haji bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Rasa rindu mendalam akan keluarga dapat mendorong seseorang merasa ingin segera pulang.
  4. Kelelahan Fisik dan Mental:
    Jadwal ibadah yang padat, suhu tinggi di Timur Tengah, serta jarak tempuh antar tempat suci bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi lelah, terlebih pada lansia.

Upaya Petugas dan Relawan di Tanah Suci

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI secara rutin mengirimkan petugas haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Petugas ini terdiri atas tenaga medis, pembimbing ibadah, serta petugas perlindungan jamaah.

Dalam kasus seperti ini, peran petugas sangat krusial untuk:

Sementara itu, masyarakat Indonesia di Tanah Suci juga diimbau untuk saling membantu dan melaporkan segera ke pos layanan jika menemukan jamaah yang tampak tersesat atau kebingungan.

Baca Juga: Eduardo Almeida Sebut Tiga Poin Bagi Semen Padang sebagai Buah dari Kesabaran

Rekomendasi Penanganan Jamaah Lansia di Masa Mendatang

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, berikut beberapa rekomendasi yang dapat dijalankan oleh otoritas maupun keluarga calon jamaah haji:

  1. Pemeriksaan Psikologis dan Neurologis Pra-Haji:
    Jamaah berusia lanjut perlu menjalani pemeriksaan kesehatan mental selain fisik, guna mendeteksi dini risiko demensia atau gangguan kognitif lainnya.
  2. Pendampingan Keluarga atau Regu Khusus Lansia:
    Disarankan agar lansia tidak pergi sendirian. Adanya keluarga atau pendamping profesional dalam satu rombongan bisa membantu menjaga kondisi mental mereka.
  3. Pengenalan Lingkungan dan Pelatihan Simulasi:
    Pelatihan intensif mengenai kondisi lokasi, peta Masjid Nabawi, Masjidil Haram, dan penginapan penting untuk membiasakan mereka.
  4. Penyematan Gelang Identitas dan GPS Tracker:
    Teknologi seperti GPS tracker atau smartband dapat membantu pelacakan posisi lansia secara real-time.
  5. Kampanye Empati untuk Sesama Jamaah:
    Edukasi kepada seluruh jamaah agar memiliki empati tinggi kepada sesama, terlebih kepada mereka yang lansia atau berkebutuhan khusus.

Peristiwa bapak-bapak lansia yang ingin pulang dari Madinah adalah gambaran nyata tantangan ibadah haji bagi jamaah lanjut usia.

Di balik viralnya video tersebut, ada pesan mendalam bahwa ibadah haji bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang solidaritas kemanusiaan, saling menjaga, dan saling menenangkan.

Masyarakat Indonesia yang terkenal dengan rasa gotong royong dan empati tinggi diharapkan terus menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh jamaah di Tanah Suci.

Pemerintah dan instansi terkait pun dituntut untuk semakin memperkuat sistem perlindungan bagi jamaah lansia demi memastikan ibadah haji yang khusyuk, aman, dan bermartabat.

Tags:
pendamping haji Indonesiavideo haji virallansia haji bingungfenomena sosial hajijamaah ingin pulangMadinahhaji 2025jamaah haji lansia

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor