POKSOTA.CO.ID - Aplikasi World App baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Publik dibuat heboh dengan klaim bahwa pengguna bisa mendapatkan uang tunai mulai dari Rp300.000 hingga Rp800.000 hanya dengan melakukan pemindaian retina mata.
Fenomena ini tersebar luas di beberapa wilayah Indonesia seperti Bekasi, Otista Bandung, hingga Sunter, Jakarta Utara.
Unggahan pengguna Twitter (kini X), salah satunya dari akun @aku_dgn3putra, yang mempertanyakan dampak baik dan buruk dari World App, mendapat lebih dari 5,6 juta tayangan dan ratusan komentar.
Baca Juga: Bansos KJP Bulan Mei 2025 Kapan Cair? Berikut Ini Jadwal dan Nominal Penerimaannya
Mekanisme World App: Dari Retina ke Token Digital
World App adalah aplikasi dompet digital berbasis blockchain yang menjadi bagian dari proyek Worldcoin. Di baliknya berdiri tokoh besar dunia teknologi: Sam Altman, pendiri OpenAI, bersama Alex Blania sebagai CEO Worldcoin.
Mereka menciptakan World App sebagai platform untuk mendistribusikan token kripto bernama $WLD, yang hanya bisa diperoleh pengguna setelah melakukan verifikasi identitas melalui pemindaian retina menggunakan perangkat khusus bernama Orb.
Orb adalah alat pemindai iris mata berbentuk bola logam futuristik yang digunakan untuk membedakan identitas manusia dengan bot, di tengah meningkatnya penggunaan AI dan ancaman identitas digital palsu.
Tawaran Imbalan Menarik: Daya Tarik Sekaligus Perdebatan
Iming-iming imbalan Rp800 ribu menjadi faktor utama yang menarik perhatian publik. Bagi banyak masyarakat yang hidup di tengah tekanan ekonomi, nominal tersebut sangat berarti.
“Kalau yang sadar keamanan pasti nggak mau. Tapi bagi yang hidup di garis kemiskinan, 800 ribu itu bertahan hidup. Miris,” tulis akun @defnotviana.
Namun, sebagian kalangan juga menyoroti kejanggalan dari proses ini. “Scan retina cuma dihargai 800 ribu doang? Gue sih nggak ikhlas,” cuit akun lain dengan nada skeptis.
Isu ini pun berkembang ke arah spekulasi pemanfaatan data retina oleh perusahaan pengembang AI. “World App ini punyanya pendiri ChatGPT. Curiga data retina kita dipakai buat training AI mereka,” ujar akun @lookcario.
Fungsi dan Tujuan World App: Identitas Digital Global
Menurut pernyataan resmi dari Worldcoin, tujuan utama proyek ini adalah menciptakan identitas digital universal yang dapat digunakan untuk mengakses layanan keuangan global secara inklusif.
Sam Altman menyebut bahwa World App akan menjadi solusi dalam membedakan manusia asli dari bot atau AI palsu di dunia maya yang semakin kompleks.
Dengan sistem verifikasi biometrik, mereka mengklaim dapat menurunkan risiko penipuan, mempercepat akses perbankan, dan mendistribusikan kekayaan dalam bentuk token digital secara merata ke seluruh dunia.
Ancaman Privasi: Ketika Data Biometrik Jadi Komoditas
Namun demikian, metode verifikasi melalui retina ini menimbulkan kekhawatiran besar. Data biometrik seperti retina dianggap sebagai data sensitif tingkat tinggi, karena tidak dapat diubah seumur hidup seseorang. Ketika data ini bocor atau disalahgunakan, risikonya menjadi sangat fatal.
Kekhawatiran tersebut telah memicu reaksi keras dari berbagai negara. Sejumlah negara seperti:
- Spanyol
- Prancis
- Jerman
- Argentina
- Kenya
telah secara resmi melarang atau membatasi kegiatan Worldcoin di wilayah mereka. Otoritas perlindungan data di negara-negara tersebut menilai bahwa pengumpulan data biometrik melalui World App melanggar prinsip privasi, bahkan ada yang menyebutnya sebagai bentuk “eksperimen terhadap manusia”.
Worldcoin dan Indonesia: Apakah Legal?
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait legalitas World App dan aktivitas Worldcoin. Namun, karena menyangkut transaksi kripto dan pemrosesan data pribadi, maka secara hukum, aplikasi ini berada di bawah pengawasan beberapa lembaga seperti:
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)
- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
Ketiganya memiliki kewenangan untuk meninjau aspek legalitas keuangan, perlindungan data pribadi, serta keamanan digital dari layanan digital semacam ini.
Baca Juga: Punya Kebutuhan Mendesak? Ajukan Pinjaman Via Layanan Pindar Ini, Cek Rekomendasinya
Etika dalam Teknologi: Imbalan atau Eksploitasi?
Dalam dunia teknologi, selalu ada garis tipis antara inovasi dan eksploitasi. Meskipun World App menawarkan solusi digital yang canggih, pendekatan mereka mengundang pertanyaan etis. Apakah wajar menukar data biometrik yang sangat pribadi dengan sejumlah uang tunai?
Bagi sebagian kalangan, ini adalah bentuk eksploitasi terhadap warga ekonomi bawah yang membutuhkan uang dalam jangka pendek, tetapi mempertaruhkan privasi jangka panjang mereka.
Banyak ahli keamanan digital menyarankan agar masyarakat berpikir dua kali sebelum menyerahkan data retina kepada pihak asing, apalagi tanpa kejelasan pemrosesan dan penyimpanan data tersebut.
World App adalah cermin dari dunia digital masa kini penuh peluang tetapi juga sarat risiko. Aplikasi ini memang menawarkan imbalan nyata dalam bentuk token yang bisa diuangkan, namun dibalik itu terdapat tantangan serius menyangkut etika, keamanan data pribadi, dan kerangka hukum.
Masyarakat Indonesia perlu meningkatkan literasi digital dan kritis terhadap layanan berbasis AI dan blockchain. Tanpa regulasi dan perlindungan yang memadai, partisipasi dalam proyek seperti Worldcoin bisa berujung pada dampak jangka panjang yang tidak diharapkan.
