Menteri HAM Menilai Program Pembinaan Karakter Siswa di Barak Ala Dedi Mulyadi Tidak Langgar HAM

Senin 05 Mei 2025, 20:27 WIB
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai program Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang mengirimkan siswa nakal ke bara militer tidak melanggar HAM. (Sumber: Capture Instagram @NataliusPigai)

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai program Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang mengirimkan siswa nakal ke bara militer tidak melanggar HAM. (Sumber: Capture Instagram @NataliusPigai)

POSKOTA.CO.ID - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan pandangannya terkait kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengirimkan anak-anak bermasalah untuk mengikuti pelatihan militer.

Menurut Pigai, program tersebut tidak melanggar standar Hak Asasi Manusia (HAM) karena tujuan utamanya adalah pembentukan karakter, mental, dan tanggung jawab anak, bukan tindakan kekerasan fisik.

Pigai menjelaskan, kebijakan pengiriman siswa bermasalah ke pelatihan militer di barak bertujuan untuk mendidik dan membentuk mental serta karakter mereka, sesuai dengan prinsip-prinsip HAM.

Baca Juga: Banyak yang Menentang, Dedi Mulyadi Tetap Teruskan Pendidikan Berbasis MIliter Pada Siswa Nakal di Jabar

"Apa yang dilakukan Pemda Jabar adalah bagian dari pembinaan karakter, mental, dan tanggung jawab, bukan merupakan hukuman fisik atau kekerasan," ujar Pigai dalam keterangannya kepada wartawan pada Senin, 5 Mei 2025.

Menurut Pigai, hukuman fisik atau yang dikenal dengan istilah Corporal Punishment melibatkan penggunaan kekerasan yang menyakitkan atau membuat anak merasa tidak nyaman, seperti memukul atau menampar.

Hal ini dianggap kontroversial karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental anak.

"Yang dilakukan oleh Pemda Jabar jelas bukan bentuk Corporal Punishment, melainkan sebuah upaya positif dalam mendidik anak-anak tersebut untuk lebih bertanggung jawab dan memiliki mental yang kuat," tambahnya.

Baca Juga: Bagikan Kondisi Siswa di Barak Militer, Dedi Mulyadi Diacungi Jempol oleh Susi Pudjiastuti

Sebagai bagian dari program ini, sejumlah siswa yang memiliki perilaku buruk seperti tawuran, kebiasaan meminum alkohol, atau kecanduan game seperti Mobile Legends, akan mengikuti pelatihan di barak selama enam bulan, tanpa mengikuti sekolah formal.

Program ini telah dimulai pada 2 Mei 2025 dan menyasar anak-anak yang sering terlibat dalam keributan, melawan orang tua, hingga melakukan ancaman.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memberikan pembinaan yang serius kepada anak-anak nakal, yang selama ini sering bolos sekolah dan tidak memiliki arah yang jelas dalam kehidupan mereka.

"Mereka yang selalu bolos dan tidak pernah sampai ke sekolah akan dibina melalui program ini," ujar Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu.


Berita Terkait


News Update