Namun, ada beberapa momen yang terasa agak dipaksakan, seperti ketika Endah tiba-tiba merasa terdorong untuk mengikuti seseorang keluar dari pondoknya.
Secara logika, reaksi yang lebih masuk akal adalah kembali tidur atau mencari orang lain, bukan malah mengejar sesuatu tidak jelas.
Disisi lain, film ini menarik karena keberadaan dukun, yaitu Mbah Jinah dan Mbah Samin, yang memiliki peran cukup besar dalam alur cerita.
Biasanya, dukun dalam film horor hanya muncul sekilas sebagai sosok misterius, tetapi di Pabrik Gula, mereka mendapatkan cukup banyak screentime dan karakterisasi yang kuat.
Ritual yang mereka lakukan juga digambarkan dengan detail dan menarik. Salah satu adegan yang paling keren adalah ketika Mbah Samin berubah menjadi seekor anjing.
Efek visual yang digunakan cukup solid, membuat transisinya terlihat mulus dan tidak murahan.
Adegan ini menunjukkan bahwa film ini memiliki perhatian khusus terhadap detail teknis yang dapat meningkatkan kualitas cerita.
Secara keseluruhan, Pabrik Gula adalah film horor yang seru dan menghibur. Perpaduan antara unsur horor dan komedi membuat film ini terasa lebih ringan dibandingkan film horor Indonesia lainnya.
Dari segi sinematografi dan efek visual, film ini juga cukup unggul dibandingkan beberapa film horor lokal lainnya.
Namun, jika Anda mengharapkan alur cerita yang benar-benar segar atau penuh kejutan, mungkin film Pabrik Gula Uncut tidak akan terlalu memuaskan.
