Review Film Horor Pabrik Gula Uncut, Apakah Layak Ditonton?

Jumat 04 Apr 2025, 12:24 WIB
Film Pabrik Gula versi uncut sudah resmi tayang di bioskop di Indonesia. (Sumber: Instagram/@md_entertainment)

Film Pabrik Gula versi uncut sudah resmi tayang di bioskop di Indonesia. (Sumber: Instagram/@md_entertainment)

Namun, yang membuatnya lebih menarik adalah kehadiran unsur komedi yang cukup kuat, menjadikannya perpaduan antara horor dan hiburan yang menyegarkan.

Komedi yang disajikan dalam film ini terasa natural dan tidak terkesan dipaksakan. Salah satu adegan paling lucu adalah ketika mereka pulang setelah bermain gaple.

Si Dwi (Arfi Alfiansyah) berjalan santai sambil berkata, "Aku dong kalem," lalu tiba-tiba muncul suara aneh yang membuatnya langsung lari terbirit-birit.

Momen seperti ini membuat film terasa lebih ringan meskipun tetap mempertahankan atmosfer horor yang kuat.

Dari segi visual, Pabrik Gula terasa lebih mewah dibanding beberapa film horor lokal lainnya.

Sejak adegan pembuka yang memperlihatkan karakter naik truk menuju pabrik, suasana ladang tebu luas, hingga interior pabrik mencekam, semuanya diambil dengan sangat apik.

Teknik kamera seperti continuous shot saat karakter memasuki lokasi juga membuat pengalaman menonton semakin imersif.

Baca Juga: KPK Usut Dugaan Korupsi di Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI

Salah satu adegan yang paling memorable adalah ketika Wati (Wavi Zihan) melayang. Pergerakan kameranya sangat halus, gerakan tubuhnya terasa alami, dan efek visualnya pun terlihat sangat baik.

Dari segi horor, film ini memiliki beberapa adegan yang cukup menyeramkan, tetapi tidak ada kejutan yang benar-benar mengejutkan.

Salah satu adegan paling seram adalah ketika Fadil (Arbani Yasiz) mengalami sleep paralysis dan melihat sosok misterius di atasnya.

Begitu pula dengan adegan Endah (Ersya Aurelia) yang melihat pertunjukan wayang di tengah malam. Meskipun tidak terlalu berlebihan, suasana creepy tetap berhasil dibangun dengan baik.


Berita Terkait


News Update