Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa ada baiknya untuk segera melunasi utang puasa Ramadhan terlebih dulu.
Jika utang puasa tersebut telah selesai, bisa melanjutkan ibadah sunnah puasa Syawal untuk lebih cepat terbebas dari utang yang wajib.
Barangsiapa memiliki utang puasa dari bulan Ramadhan, maka segeralah untuk menggantinya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat bebas dari tanggungannya. Ini lebih utama dari puasa sunnah enam hari di bulan Syawal (Ibnu Rajab, Lathaiful Ma’arif fima li Mawasimil ‘Am minal Wazhaif).
Baca Juga: Filosofi Sungkeman: Tradisi Lebaran di Indonesia yang Masih Dipertahankan hingga Kini
Niat Puasa Qadha
Adapun untuk waktu pelaksanaan qadha puasa Ramadhan sendiri bisa dilakukan mulai setelah hari raya Idul Fitri.
Sesuai ketentuan, disarankan untuk melunasi utang puasa sesegera mungkin, namun batas waktunya adalah hingga sebelum bulan Ramadhan di tahun berikutnya.
Bagi yang ingin melaksanakan ibadah qadha puasa Ramadhan, maka bisa membaca niat sebagai berikut:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah swt.”
