Makanan lain yang sebaiknya tidak dipanaskan kembali saat sahur maupun berbuka puasa adalah makanan laut (seafood).
Makanan laut, seperti ikan dan udang, sangat rentan terhadap pertumbuhan bakteri. Sehingga, memanaskan kembali makanan laut ini bisa meningkatkan risiko keracunan.
Baca Juga: Takjil Sehat untuk Buka Puasa Selama Ramadhan Menurut Saran Dokter, Apa Saja? Inilah Kriterianya
5. Sayuran Hijau
Makanan selanjutnya yang sebaiknya tidak dipanaskan kembali saat sahur maupun berbuka puasa adalah sayuran hijau seperti bayam, kangkungm dan sebagainya.
Sebab, sayuran hijau mengandung nitrat yang bisa berubah menjadi nitrit saat dipanaskan kembali. Nitrit adalah senyawa yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.
6. Kentang
Ternyata, kentang termasuk makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan kembali saat sahur maupun berbuka. Kentang yang dipanaskan kembali bisa kehilangan nutrisinya dan menjadi lebih sulit dicerna.
Selain itu, kentang yang dibiarkan pada suhu ruang terlalu lama juga bisa mengandung bakteri Clostridium botulinum yang berbahaya.
Baca Juga: 10 Menu Takjil Lezat untuk Buka Puasa Pertama, Kombinasi Rasa Manis dan Segar!
7. Jamur
Makanan selanjutnya yang sebaiknya tidak dipanaskan kembali saat sahur maupun berbuka puasa adalah makanan olahan dari jamur.
Ini akan mengandung protein yang bisa rusak saat dipanaskan kembali. Kerusakan protein ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
8. Makanan yang Digoreng Tepung
Makanan yang digoreng tepung, seperti ayam goreng atau gorengan lainnya, akan kehilangan tekstur renyahnya saat dipanaskan kembali.
Selain itu, makanan ini juga bisa menjadi lebih berminyak dan tidak sehat jika dipanaskan dan dikonsumsi kembali sehingga lebih baik tidak dihangatkan.
