Seperti diketahui, salah satu masalah timnas belakangan ini adalah masih mandulnya barisan para penyerang.
Sejauh ini, Rafael Struick dan Ragnar Oratmengoen masih menjadi andalan ujung tombak Garuda di era Shin Tae yong.
Akan tetapi keduanya masih dianggap memerlukan pemain tambahan untuk menambah produktivitas gol tim.
Kehadiran striker Oxford Untied tersebut juga akan memperkaya kedalaman skuad Garuda seperti yang pernah disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
"Semoga dengan kehadiran Ole Romeny di Timnas Indonesia, daya gedor Skuad Garuda semakin tajam. Dan bisa memberikan dampak yang positif bagi Timnas Indonesia," ujar Erick Thohir dikutip dari PSSI.
Seiring kehadiran Romeny, ujung tombak Timnas Indonesia sebelumnya yakni Rafael Struick terancam kehilangan posisi inti di tim Patrick Kluivert.
Mirisnya lagi, Struick juga jarang sekali bermain di klubnya, Brisbane Roar di Liga Australia.
Sejauh ini, sebagai pemain depan, Rafael Struick juga masih belum menunjukkan ketajamannya.
Rafael Struick yang selalu jadi striker utama Timnas Indonesia di era Shin Tae yong, tampil 22 kali dengan hanya sanggup membuat 1 gol.
Jarang bermain di klub dan masih minim koleksi gol bersama Timnas Indonesia, apakah cukup menjadi alasan Patrick Kluivert menyingkirkan Rafael Struick dari skuad?
