Di Asia Tenggara, puncak ini berada di urutan ke-7 dan menjadi salah satu dari tujuh puncak paling tinggi di dunia. Hal tersebut menjadikannya sebagai puncak paling menantang untuk didaki.
Menariknya lagi, Cartenz adalah satu-satunya gunung di Indonesia yang memiliki salju abadi. Pada awal 1909, Hendrikus Albertus Lorentz bersama enam orang dari suku Kenyah berhasil mendaki puncak tersebut.
Pendakian juga cukup sulit terutama faktor suhu udara yang bisa mencapai di bawah 0°C. Cuaca ekstrem juga jadi salah satu kendala karena bisa hujan, kabut, cerah, hingga badai es.
Baca Juga: Gawat! Salju Abadi di Puncak Gunung Jayawijaya Terancam Hilang, Ini Penyebabnya
Insiden Dua Pendaki Meninggal Dunia
Kabar dua pendaki meninggal dunia salah satunya didapat dari akun X @akarsatukuadrat. Dikabarkan bahwa Lillie dan Elsa mengalami gejala hipotermia akibat cuaca buruk di Carstensz Pyramid.
Ucapan belasungkawa juga diucapkan oleh Fiersa Besari yang sebelumnya ikut menjalani ekspedisi puncak Carstensz.
"Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono," tulis akun X @FiersaBesari.
Dirinya juga mngucapkan permintaan maafnya terkait kondisi Carstenz Pyramid atas tragedi tersebut. Dia mengaku kaget setelah mendengar kabar duka atas tragedi tersebut.
"Kami yang berada di basecamp Yellow Valley pun merasa sangat syok dan berduka atas tragedi yang telah terjadi," ujarnya.
