Kemudian BPBD Jawa Barat (Jabar) mengaku telah melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor dan Kota Bogor untuk melakukan asesmen.
Selain itu, BPBD Jabar juga berkordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk melakukan penanganan bencana hingga Senin, 3 Maret 2025.
Baca Juga: Bendung Katulampa Bogor Siaga 1! Banjir Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah Jakarta
Melansir laman resmi Pemerintah Provinsi Jabar, hingga Senin siang kondisi banjir sudah surut dan tim BPBD masih terus melakukan pencarian korban yang hilang.
Menurut data BPBD Jabar, hujan deras yang terus mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Barat masih berpotensi menimbulkan bencana banjir dan longsor.
Sejumlah daerah seperti Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, dan Bogor ikut terdampak akibat tingginya curah hujan.
Oleh karena itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang terjadi di sejumlah daerah tersebut.
Baca Juga: BPBD Laporkan 47 RT di Jakarta Masih Tergenang Banjir
Gubernur Jabar Soroti Alih Funsi Lahan di Puncak Bogor
"Saya belum mengetahui secara pasti penyebab utama meluapnya Sungai Jayanti, namun hal ini perlu segera dikaji agar solusi yang tepat dapat diambil," ujar Dedi Mulyadi.
Dia menegaskan, alih fungsi lahan di kawasan Puncak Bogor harus segera dihentikan demi menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah bencana lebih lanjut.
"Berdasarkan data yang kami miliki, lebih dari seribu hektare lahan perkebunan teh di Puncak telah beralih fungsi. Ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memperburuk kondisi lingkungan," katanya.
Dirinya berencana berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti PTPN dan Perhutani Jabar untuk mengembalikan fungsi konservasi lahan yang telah berubah.
