Alaska, yang terletak di bagian utara Amerika, juga menghadapi waktu puasa yang sangat panjang selama Ramadhan.
Di kota-kota seperti Barrow (sekarang dikenal sebagai Utqiaġvik), yang terletak di atas lingkaran Arktik, waktu puasa bisa mencapai 19 jam.
Penelitian ilmiah di Alaska menunjukkan bahwa fenomena matahari tengah malam di daerah ini mempengaruhi pola tidur dan pola makan umat Muslim.
Penelitian kesehatan juga menunjukkan bahwa durasi puasa yang panjang dapat menyebabkan perubahan hormon dan penurunan daya tahan tubuh, serta meningkatnya resiko dehidrasi.
6. Kanada
Durasi Puasa: 18-19 jam
Di bagian utara Kanada, seperti di kota Iqaluit, waktu puasa bisa mencapai 18 hingga 19 jam.
Meskipun tidak sepanjang di negara-negara Arktik lainnya, durasi puasa di daerah ini tetap cukup panjang dan menantang.
Penelitian ilmiah di Kanada mengungkapkan bahwa umat Muslim yang tinggal di daerah dengan waktu puasa panjang sering kali lebih memilih untuk mengikuti waktu puasa berdasarkan negara-negara dengan durasi lebih pendek, seperti Arab Saudi atau Mesir, dengan alasan kesehatan dan kenyamanan.
7. Mongolia
Durasi Puasa: 18 jam
Di Mongolia, waktu puasa dapat mencapai hingga 18 jam pada saat musim panas.
Meskipun tidak sepanjang negara-negara di lingkar kutub, durasi puasa yang panjang ini cukup menantang bagi umat Muslim di negara ini.
Penelitian ilmiah tentang puasa di Mongolia menunjukkan bahwa meskipun durasi puasa panjang, umat Muslim di sana dapat beradaptasi dengan baik.
