Fenomena matahari tengah malam ini terjadi di daerah-daerah yang berada di utara lingkaran arktik, seperti Islandia.
Baca Juga: Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadhan 2025 Lengkap dengan Tata Caranya
Durasi puasa yang panjang ini dapat menantang umat Muslim, karena mereka harus berpuasa selama hampir 21 jam.
Beberapa ilmuwan mengkaji dampaknya terhadap kesehatan, dengan penelitian yang menunjukkan bahwa pola tidur dan kesehatan fisik bisa terganggu karena durasi puasa yang sangat panjang.
2. Norwegia
Durasi Puasa: 20-21 jam
Norwegia, khususnya daerah utara seperti Tromsø, juga menghadapi waktu puasa yang sangat panjang di bulan Ramadhan.
Tromsø, yang terletak di atas lingkaran Arktik, mengalami matahari tengah malam, dan dalam bulan Ramadhan, waktu puasa bisa berlangsung sekitar 20 hingga 21 jam.
Penelitian ilmiah di Norwegia menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di daerah dengan fenomena matahari tengah malam ini cenderung memiliki jadwal tidur yang lebih terganggu selama bulan Ramadhan.
Hal ini mempengaruhi kualitas tidur dan kebugaran fisik mereka.
Beberapa studi juga mengindikasikan bahwa meskipun tantangan waktu puasa panjang, umat Muslim di Norwegia menunjukkan penyesuaian yang cukup baik terhadap rutinitas harian mereka.
3. Swedia
Durasi Puasa: 19-20 jam
Swedia juga memiliki waktu puasa yang panjang di daerah-daerah utara, seperti di kota Kiruna, yang bisa mencapai waktu puasa sekitar 19 hingga 20 jam.
