Tak Pernah Berurusan dengan Pinjol Ilegal Tapi Diteror? Ini Cara Mereka Mendapatkan Nomor HP Anda 

Kamis 12 Des 2024, 06:06 WIB
Ilustrasi nomor HP Anda diteror dan bisa dipakai pinjol ilegal padahal tidak pernah berurusan. (pexels/jack sparrow)

Ilustrasi nomor HP Anda diteror dan bisa dipakai pinjol ilegal padahal tidak pernah berurusan. (pexels/jack sparrow)

POSKOTA.CO.ID - Banyak orang merasa bingung ketika tiba-tiba menerima teror dari debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) ilegal, padahal tidak pernah mengajukan pinjaman atau berurusan dengan layanan semacam itu.

Fenomena ini menjadi semakin marak, terutama dengan banyaknya aplikasi pinjol ilegal yang beroperasi tanpa izin dan mengabaikan etika bisnis.

Pertanyaannya adalah, bagaimana aplikasi pinjol ilegal bisa mendapatkan nomor HP Anda? Jawabannya mungkin mengejutkan. 

Dalam dunia digital saat ini, informasi pribadi seperti nomor telepon menjadi sangat rentan terhadap kebocoran data, baik melalui aplikasi, platform media sosial, atau bahkan pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab.

Jika Anda menjadi korban teror pinjol ilegal, penting untuk tetap tenang dan tidak terpancing. Pastikan Anda memahami bagaimana pinjol ilegal mendapatkan nomor HP Anda.

Bagaimana Nomor HP Dapat Disebar?

Berikut penjelasan lengkap mengapa nomor HP Anda diteror dan bisa dipakai pinjol ilegal padahal tidak pernah berurusan.

1. Akses Daftar Kontak Melalui Aplikasi

Salah satu modus utama pinjol ilegal adalah melalui aplikasi mereka. Ketika seseorang mengunduh dan menggunakan aplikasi pinjol ilegal, mereka sering diminta untuk memberikan izin akses ke kontak telepon. 

Izin ini memungkinkan aplikasi mengumpulkan semua nomor dalam daftar kontak pengguna, yang kemudian disalahgunakan.

Meskipun Anda tidak pernah berurusan dengan pinjol ilegal, jika salah satu kontak Anda menggunakan aplikasi tersebut, nomor Anda otomatis masuk dalam database mereka. 

2. Kebocoran Data dari Platform Digital

Kebocoran data pribadi menjadi isu besar di era digital. Nomor telepon Anda bisa bocor melalui situs atau aplikasi yang pernah Anda gunakan, terutama yang memiliki sistem keamanan lemah. 

Data-data tersebut sering kali dijual di pasar gelap dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk pinjol ilegal.


Berita Terkait


News Update