5. Spyware
Spyware adalah jenis malware yang dirancang untuk memata-matai aktivitas pengguna tanpa izin. Spyware dapat mengumpulkan informasi pribadi, seperti riwayat penelusuran, login akun, dan data lainnya yang kemudian bisa dijual kepada pihak ketiga.
6. Adware
Adware adalah perangkat lunak yang menampilkan iklan yang tidak diinginkan kepada pengguna. Meskipun biasanya tidak merusak perangkat secara langsung, adware dapat mengganggu pengalaman pengguna dan memperlambat kinerja sistem.
7. Rootkit
Rootkit adalah jenis malware yang dirancang untuk menyembunyikan dirinya agar tidak terdeteksi oleh perangkat lunak keamanan. Rootkit memberi akses tidak sah kepada penyerang ke sistem yang telah terinfeksi, memungkinkan mereka untuk mengendalikan perangkat secara remote.
8. Keylogger
Keylogger adalah malware yang merekam setiap ketikan yang dilakukan oleh pengguna di perangkat mereka. Data ini biasanya dikirimkan ke penyerang, yang bisa menggunakannya untuk mencuri informasi sensitif seperti kata sandi atau data kartu kredit.
9. Botnet
Botnet adalah kumpulan perangkat yang terinfeksi malware dan dikuasai oleh penyerang. Perangkat-perangkat ini (yang disebut bot) dapat digunakan untuk melancarkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS), mengirim spam, atau mencuri data.
10. Fileless Malware
Fileless malware tidak menginstal file di perangkat, melainkan berjalan langsung di memori komputer, sehingga sulit dideteksi oleh perangkat lunak antivirus yang berbasis file. Malware ini dapat mengeksekusi perintah berbahaya tanpa meninggalkan jejak.
