Lewati Perang Dunia II, Bom yang Dijatuhkan Israel ke Gaza Capai 70.000 Ton, Mengerikan!

Kamis 06 Jun 2024, 21:00 WIB
Bom yang Dijatuhkan Israel ke Gaza melebihi Perang Dunia II. (iiss.org)

Bom yang Dijatuhkan Israel ke Gaza melebihi Perang Dunia II. (iiss.org)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Belum tercatat sebagai kejahatan perang, Israel kembali catatkan kengerian yang dilakukannya selama melakukan serangan di Gaza.

Hingga kini, Israel telah menjatuhkan lebih dari 70.000 ton bom di Gaza yang dilakukan sejak Oktober 2023 lalu dan diklaim sebagai upaya pertahanan diri.

Yang mengerikannya, jumlah ini jauh melebihi jumlah bom yang dijatuhkan di Dresden, Hamburg, dan London yang diluncurkan selama Perang Dunia II.

Pada akhir April, Euro-Med Human Rights Monitor memperkirakan sekitar 70.000 ton bom dijatuhkan di Gaza, selama periode enam bulan antara 7 Oktober dan 24 April.

Organisasi pemantau hak asasi manusia yang berbasis di Jenewa memperkirakan Israel telah menjatuhkan lebih dari 70.000 ton bahan peledak di Gaza, selain operasi buldosernya.

“Mengakibatkan hancurnya seluruh bangunan pada jarak hingga satu kilometer di timur dan utara Jalur Gaza guna menciptakan ledakan. yang disebut zona penyangga,” kata organisasi itu, dilansir TRT World.

Saat mengebom London, Jerman telah menjatuhkan sekitar 18.300 ton bom antara tahun 1940 dan 1941, menurut berbagai perkiraan, termasuk arsip dari New York Times.

“Sekutu menjatuhkan 8.500 ton bom di Hamburg pada musim panas 1943,” kata Hendrik Althoff, peneliti di Departemen Sejarah di Universitas Hamburg.

Selain itu, pihak sekutu juga menggunakan 3.900 ton bom di Dresden pada Februari 1945, menurut catatan sejarah.

Agresi Israel terus dilanjutkan di Gaza sejak 7 Oktober, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut agar gencatan senjata segera dilakukan.

Lebih dari 36.500 warga Palestina telah tewas di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan hampir 83.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Hampir delapan bulan setelah agresi Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan daerah tersebut.

Saat ini Israel telah menghadapi tuduhan melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Beberapa negara ikut dalam aksi menuntut kejahatan perang Israel tersebut.

Salah satu keputusan terbarunya adalah memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasi di Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan sebelum diserbu pada 6 Mei.

Bukan Hanya Akibat Bom

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, orang-orang di Gaza sedang sekarat saaat ini terjadi bukan hanya karena bom dan peluru.

Tetapi mereka ada dalam kondisi tersebut juga karena kekurangan makanan dan air bersih, serta rumah sakit tanpa listrik dan obat-obatan.

Menurutnya, meskipun kelompok kemanusiaan melakukan yang terbaik untuk menyalurkan bantuan, namun mereka menghadapi pemboman terus-menerus dan bahaya setiap hari.

“Di tengah kendala besar yang disebabkan oleh kerusakan jalan, pemadaman komunikasi, dan penolakan akses,” katanya.

“Kami melihat konvergensi yang jelas antara prinsip-prinsip Piagam PBB dan prinsip-prinsip Gerakan Non-Blok di Bandung. Dan Anda memiliki peran penting di PBB,” tandasnya.

Meski menghadapi berbagai tuduhan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dia menentang negara Palestina dalam skenario pasca perang apa pun.


Berita Terkait


News Update