Polri Akui Tembakkan Gas Air Mata ke Masyarakat Adat Pulau Rempang Saat Bentrok, Polri: Ketiup Angin

Sabtu 09 Sep 2023, 10:45 WIB
Bentrokan warga adat dengan Polisi terjadi di Pulau Rempang, Batam. (tangkap layar)

Bentrokan warga adat dengan Polisi terjadi di Pulau Rempang, Batam. (tangkap layar)

"Tentunya atas perbuatannya akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," sambung Ramadhan.

Lebih jauh, Ramadhan menyebut jika sebelumnya aparat bersama pihak terkait telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat adat di sana soal relokasi.

Ia menjelaskan, aparat hanya melaksanakan kegiatan pengamanan terkait relokasi masyarakat adat di sana.

Pasalnya di kawasan tersebut akan dibangun proyek strategis nasional yakni Rempang Eco City yang disinyalir akan menarik investasi hingga ratusan triliun pada 2080.

"Jadi jangan di bawa ini bentrok. Ini adalah kegiatan aparat keamanan dimana ada masyarakat yang tidak memahami keberadaan aparat keamanan untuk mengamankan kegiatan tersebut," tuturnya.

Sekedar informasi, Pulau Rempang sedang mencekam akibat bentrok yang terjadi antara masyarakay adat dengan aparat.

Bentrokan dipicu lantaran masyarakat adat yang menolak kedatangan aparat yang hendak memasang pasok tata batas lahan proyek Rempang Eco City.

Proyek ini merupakan proyek strategis nasional untuk membangun kawasan industri, perdagangan, dan wisata.

Masyarakat adat yang mendiamin Kepulauan Rempang sejak 1843 tersebut menolak direlokasi dan melakukan perlawanan.

Dalam video yang beredar luas, tampak siswa-siswi yang ada di Kepulauan Rempang sempat menjadi korban karena tembakan gas air mata.

Dinarasikan, para siswa dan masyarakat adat di sana banyak yang terluka.

Bahkan diantaranya dilarikan ke rumah sakit. (pandi)


Berita Terkait


News Update