Masih ribuan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPR RI yang tidak memenuhi syarat administrasi sebagaimana hasil verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tercatat sebesar 14, 93 persen atau 1.668 orang dari 10.323 total bacaleg, tidak memenuhi syarat (TMS).
Meski begitu, ribuan bacaleg yang berstatus TMS, masih berpeluang ditetapkan sebagai caleg Pemilu 2024, syaratnya parpol yang menaunginya, harus menyerahkan dokumen persyaratan perbaikan kepada KPU.
“Artinya kalau parpolnya tidak menyerahkan dokumen perbaikan , berarti lewat, maksudnya gagal menjadi caleg,” kata Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan Yudi.
“Wah, padahal sudah tersiar , woro- woro akan menjadi caleg,” kata Yudi.
“Nggak masalah, namanya juga bakal calon, kalau gagal ya tidak lagi bakal. Lagi pula kegagalan tidak menjadi caleg bukan karena tidak memperoleh suara, tetapi persoalan administrasi,” kata mas Bro.
“Bisa juga karena dicoret dari parpolnya sehingga proses pencalonan tidak diteruskan,” kata Heri.
“Iya juga sih, dari sekian data bacaleg, ada juga yang data perbaikan administrasi tidak diteruskan oleh parpolnya alias dihapus. Jumlahnya ratusan orang,” kata mas Bro.
“Berarti nama mereka dicoret dong?” tanya Heri.
“Ya begitulah,” kata mas Bro.
“Kalau bacalegnya saya sih mending begitu. Karena belum siap segalanya, termasuk dana lagi seret,” kata Heri.
“Itu caleg nggak niat. Kalau mau nyaleg ya harus siap segalanya. Harus punya modal, punya dana untuk kampanye, bikin spanduk, baliho. Belum lagi traktir teman-teman minum kopi,” ujar Yudi.
“Coba pilih mana? Batal bertanding atau tetap bertanding tetapi kalah?. Kalau main sepakbola, wajar kalah karena napas ngos- ngosan. Loh kalau caleg, kalah karena tidak ada yang memilih, gimana?,” kata Heri.
“Kalah menang biasa, anggap saja itu latihan untuk lima tahun yang akan datang, pas nyaleg lagi sudah punya pengalaman,”kata mas Bro.
“Tapi kalau saya tidak pilih keduanya, tidak bertanding atau tidak nyaleg karena nggak mampu. dari pada ngutang, nanti maunya balik modal, mending nggak lah,” ujar Heri. (jokles).
