Polisi Buka Rekam Jejak Mustofa Pelaku Penembakan di MUI, Pistol dari Polhut dan Beraksi Sejak 1997

Jumat 05 Mei 2023, 17:16 WIB
Rekam jejak pelaku penembakan di MUI diungkap Polda Metro Jaya. Foto: Tangkapan layar.

Rekam jejak pelaku penembakan di MUI diungkap Polda Metro Jaya. Foto: Tangkapan layar.

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Teka-teki pelaku penembakan di MUI akhirnya terungkap. Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebutkan, bahwa pelaku Mustofa (60 tahun), ternyata sudah mengaku menjadi wali nabi sejak 1997 silam.

Adapun pengungkapan sosok dan rekam jejak pelaku penembakan di MUI ini didapat oleh Polda Metro Jaya berdasarkan keterlibatan berbagai ahli dan pihak, untuk menganalisis delik atau tindak pidana yang terjadi.

Menurut Hengki, Mustofa si pelaku penembakan di MUI berdasarkan hasil penyelidikan Densus 88 Antiteror Mabes Polri, tidak masuk dalam jaringan teror manapun.

Aksinya juga disebutkan tidak terkooptasi dengan ideologi agama yang bersifat ekstrem. Serta tak ada aktor di belakangnya. Hal ini sejalan dengan hasil pemeriksaan terhadap 39 saksi, baik internal MUI Pusat, MUI Lampung, warga sekitar, dan sebagainya.

"Bahwa hasil penyelidikan kami terhadap beberapa saksi-saksi, kita dapatkan bahwa tersangka sudah memulai menulis surat yang ditujukan ke pemerintah daerah kecamatan, kabupaten, sampai ke presiden sejak 2003," kata Hengki dalam keterangannya di Polda Metro Jaya, Jumat 5 Mei 2023.

Mustofa juga disebut pernah menyampaikan aspirasinya di DPRD Lampung pada 2016 lalu, di mana ketika itu dia melakukan tindak pidana perusakan dan sudah divonis 3 bulan di Pengadilan Negeri setempat.

"Artinya kalau divonis, dia dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan dia tidak masuk dalam kategori hilang akal (gila)," katanya.

Kesaksian Istri Soal Pelaku Penembakan di MUI

Hengki menjelaskan, menurut kesaksian istri dan warga sekitar, pada tahun 1997 Mustofa mengumpulkan warga setempat, para ustaz, dan tokoh masyarakat untuk datang ke rumahnya.

Ketika itu, dia meminta adanya pengakuan bahwa dia sebagai wakil nabi. Namun dari 20 orang yang diundang, langsung tak percaya, dan bubar seketika meninggalkan rumahnya.

Dalam kegiatan sehari-hari, Mustofa terbilang sangat normal. Dia aktif bersosialisasi dengan masyarakat, hingga ke masjid. Jadi tak ada yang aneh dengan perilakunya.

Akan tetapi dari rekam jejaknya, yang bersangkutan ternyata juga kerap mendatangi MUI Lampung untuk pengakuan yang sama.


Berita Terkait


News Update