Saat itu, Putri menyebut rumah Bangka merupakan kediaman orangtuanya.
"Saudara kan sering ke Jalan Bangka?" tanya hakim.
"Itu adalah rumah orangtua saya," kata Putri.
"Yakan artinya setelah keliling-keliling terus saudara ke sana untuk menemui suami saudara yang ada di jalan bangka," cecar hakim.
"Tidak pernah Yang Mulia," tegas Putri.
Hingga akhirnya, Hakim Wahyu membeberkan bila ada keterangan dari salah satu saksi yang menyebut Putri sempat berkeliling di wilayah Kemang. Kemudian, saksi itu melihat sosok perempuan lain keluar dari rumah Bangka.
"Karena kemarin ada kesaksian yang mengatakan sebelum peristiwa ini saudara pernah ngajak Yosua dan Richard keliling sambil membawa senjata api terus tidak jelas kemana. Akhirnya kembali ke Jalan Bangka, saudara bertemu dengan suami saudara," beber Hakim Wahyu.
"Dan pada saat itu, keluarlah seroang perempuan dari rumah di Jalan Bangka. Tahu ngga peristiwa itu?" sambung hakim menegaskan.
"Tidak Yang Mulia," kata Putri.
Keberadaan adanya wanita lain menangis di rumah Jalan Bangka terungkap berdasarkan keterangan Bharada E dalam persidangan beberapa waktu lalu. Dia menyebut sempat melihat sosok wanita selain Putri Candrawathi di rumah Ferdy Sambo yang berada di Bangka, Kemang, Jakarta Selatan.
Wanita itu disebut tiba-tiba keluar dari rumah sembari menangis. Bharada E tak mengenai identitasnya. Sosok wanita itu tak banyak bicara, dia hanya menangis mencari drivernya. Tak lama kemudian, wanita itupun pergi.
"Perempuan itu bilang mencari driver dia, saya lari ke samping saya panggil drivernya, perempuan itu naik baru pulang," kata Bharada E.
