"Karena dia (ART lain) disuruh juga oleh majikannya, karena kalau mereka tidak mau ikut penganiayaan mereka disangka komplot oleh korban. Kemudian ART yang lain juga gemes karena ulah dia, akhirnya yang lain juga pada kena," bebe Ratna.
"Masing-masing punya peran. Ada yang pukul, kemudian merantai. Kemudian menyiram air panas. Tapi pada dasarnya semua dikendalikan oleh majikannya," sambungnya.
Menurut Ratna, korban ketahuan mengambil celana dalam karena kepergok sang majikan bahwa celana dalam itu ada ditangan korban. Korban disuruh mengaku sambil dianiaya.
"Sudah kita ambil keterangan (alasan korban mencuri). Tapi bagaimanapun itu tidak dibenarkan, main hakim sendiri apalagi menyiksa," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Siti Khotimah (23), mengalami luka lebam disekujur tubuhnya setelah dianiaya oleh majikannya sendiri.
Penganiayan tersebut dilakukan di apartemen milik majikannya di Jakarta.
Warga Desa Kebanggan Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang itu, tergeletak di ruang perawatan RSUD dr Ashari Pemalang karena luka cukup parah di tubuhnya.
Suparno, ayah korban mengatakan, anaknya itu sudah bekerja sebagai ART di Jakarta sejak 8 bulan lalu. Namun sejak 4 bulan terakhir, dia dan anaknya lost contact.
Pada Rabu 8 Desember 2022 kemarin, Siti tiba-tiba saja diantar oleh orang lain ke kampung halaman. Betapa kaget, ditubuhnya terdapat banyak sekali luka lebam diduga habis dianiaya.
"Kalau persisnya saya kurang tahu, sebab anak saya kondisinya belum stabil, namun dengan terbata ia mendapat kekerasan dari majikannya,” ujarnya kepada wartawan.
Dari informasi yang didapat, korban mengaku disekap dan berhasil kabur lalu pulang ke kampung halamannya dengan kondisi kesakitan.
Kondisi Siti Khotimah sangat memprihatinkan. Dirinya bahkan sampai syok dan sulit untuk berkomunikasi. (Pandi)
