LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, hingga saat ini masih melakukan pendataan terhadap kondisi bangunan rumah warga yang rusak diterjang banjir bandang pada Minggu 9 Oktober 2022, kemarin sore.
Kepala BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengungkapkan, untuk jumlah bangunan yang rusak sejauh ini masih dilakukan pendataan oleh tim.
"Masih proses pendataan, jadi jumlah kerusakan bangunan belum diketahui secara rinci. Mungkin malam nanti dilakukan rekapitulasi datanya," ungkapnya, Senin 10 Oktober 2022.
Dijelaskannya, untuk wilayah-wilayah yang terdampak banjir ada sebanyak 14 desa yang tersebar di 5 kecamatan yakni Kecamatan Bayah, Cilograng, Cibeber, Panggarangan dan Kecamatan Cigemblong.
Adapun untuk infrastruktur yang rusak diantaranya, sebanyak 2 jembatan gantung rusak, 2 unit jembatan penghubung rusak, 4 Majelis Ta'lim rusak ringan, 1 bangunan Masjid rusak ringan dan 1 Mushola rusak ringan.
"Namun kalau untuk bangunan rumah yang rusak masih didata. Tapi kalau secara keseluruhan yang terdampak ada sebanyak 210 rumah yang tersebar di 5 kecamatan," jelasnya.
Febby mengaku, bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Lebak tersebut diakibatkan oleh luapan air sungai, seperti Sungai Cibareno, Cisiih, Cimadur, Cicantra, Sungai Peucang Pari dan Sungai Cibadak.
"Namun bencana banjir yang lebih parah terjadi di Kecamatan Bayah, sebab yang terdampak nya juga lebih banyak ketimbang di kecamatan lain," katanya.
Febby mengatakan tidak ada warga yang mengungsi akibat bencana banjir bandang tersebut.
"Tapi sekarang warga terdampak sudah kembali ke rumahnya masing-masing dan sekarang tengah melakukan pembenahan," ujarnya.
Hal yang sama juga dikatakan Camat Cilograng, Hendi. Menurutnya, saat ini pihaknya juga masih melakukan pendataan. Namun jumlah sementara rumah yang terdampak banjir ada sebanyak 36 rumah, satu diantaranya hanyut terbawa banjir bandang.
"Selain itu, ada juga tanah longsor. Namun data lengkapnya belum direkap karena masih proses pendataan," tandasnya. (samsul fatoni)
